Faktadelik.Com-Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Jln, Sultan Allauddin kota Makassar kamis, (6/9/2023) sore.
Berdasarkan pantauan media ini,setidaknya ada 4 poin tuntutan GRD pada aksi tersebut, salah satunya mendesak Pemerintah untuk membongkar kasus-kasus pelanggaran HAM yang ada di indonesia.
Jendral lapangan Azis saat orasi menyampaikan beberapa tuntutan terkait kasus-kasus pelanggatan HAM di Indonesia yang menurutnya negara belum mampu membongkarnya.
” Banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum di selesaikan. Misalnya, kasus yang menimpah aktivis seperti whiji thukul,Munir dan penembakan Marzinah serta penembakan aktivis beberapa tahun lalu sampai hari ini belum terbongkar dan pelakunya tidak di adili, artinya negara wajib menuntaskan hal itu,” ucap Azis.
Selain terkait soal Hak Asasi Manusia, Azis juga menyampaikan beberapa tuntutan terkait politik dinasti dan penegakan hukum di Indonesia saat ini
“Keputusan soal syarat batas usia capres dan cawapres baru-baru ini adalah keputusan politis untuk kepentingan dinasti politik dan menjadi bukti lemahnya penegakan hukum di indonesia. Ini semua sudah dirancang untuk melanggeng kekuasaan,” tandasnya.
Ia juga menyayangkan terkait beredarnya kabar bahwa ada oknum aparat kepolisan yang terlibat dalam agenda politik menuju tahun 2024.
Menurutnya Hal tersebut seharusnya tidak terjadi, pihak kepolisian harusnya bersikap netral seperti ASN lainnya. Kecuali terlibat dalam pengamanan jalannya pesta demokrasi yang berlansung.
” Berita seperti ini sungguh mencoreng nama baik Institusi Kepolisian. Kami harap Kapolri harus tegas kepada seluruh jajaran dan bawahan untuk tidak bermain politik dan bersikap netral pada agenda tahun 2024,” tutup Azis.
Adapun Tuntutan GRD
Bongkar kasus pelanggaran HAM di Indonesia, Bubarkan KPK, Hentikan Dinasti Politik dan Turunkan Jokowi.














