FAKTADELIK.COM, MAMASA – Baskara pagi masih sembunyi, Selasa, 23 Januari 2024 menunjukkan waktu 07.00 Wita dingin masih mendekap tubuh semburat cahaya masih agak gelap. Semua itu tidak menghalangi langkah kecil Sang PJ Bupati Mamasa, M. Zain.
Petualangan indah dimulai dari langkah pertama, mengantarkan ke lembah yang tenang dan pepohonan segar. Diantara helai-helai rumput hijau yang menari-nari di tiupan angin lembut. PJ Bupati mulai menyusuri jalan setapak demi menyapa warganya.
Dihadapannya gunung menjulang gagah dengan puncaknya yang diselimuti awan putih. Meskipun langit biru terbentang luas memancar, namun kehangatan matahari sedikit terasa. Itulah Mamasa, anugerah Tuhan dengan udara bersih nan segar ada didalamnya.
Dari jendela roda empat, tak sebutir debu terlihat di udara. Melaju perlahan melintasi tanah yang bergelombang sedikit berlumpur dan licin. Namun, setiap goncangan jalan tak mampu mengurangi antusiasme para petualang dibawah kepemimpinan M. Zain.
Jalanan rusak berlumpur itu hampir tidak bisa diakses mobil. Rombongan sesekali berhenti untuk menghela nafas panjang lalu fokus mengukur alur keseimbangan ban mobil. Sesekali terlihat PJ Bupati turun dari mobil untuk memastikan jalan layak akses.
Meskipun perjalanan yang melelahkan, namun pemandangan ladang hijau yang meluas, serta kehangatan sambutan dari para petani, membuat perjalanan ini sangat indah dan berkesan.
Sesaat tiba di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Rano, Desa Mehalaan, M. Zain disambut Senyum Sumringah dari warga. Dengan cekatan ia menyapa dan menyalami satu per satu warga yang berjejer rapi menyambut pemimpinnya, seakan pandang menolak membuyar tanpa arah, “Terima kasih Pak, sudi berkunjung di lahan pertanian kami” Kata seorang warga sambil tersenyum bahagia.
Setelah sambutan Kepala Desa, Camat dan Kepala Dinas Pertanian, dengan wajah yang tidak pernah masam, PJ Bupati memulai pidatonya: “Petani itu jujur, ia mengajarkan nilai-nilai kejujuran dengan berinteraksi dengan alam”
“Kita mesti bangga menjadi petani, memberi makan dan manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia, Kabupaten Mamasa ini berlimpah ruah potensi sumberdaya alam, banyak negara-negara luar punya tanah tandus hamparan Padang pasir, atau dingin bersalju,” Kata M. Zain sambil tersenyum.
“Salah satu tugas PJ Bupati dari pemerintah Pusat adalah menekan angka Inflasi. Upaya yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan pangan melalui gerakan menanam dan meningkatkan produksi pangan” Lanjut M. Zain.
Pasca Pidato, PJ Bupati dan rombongan ikut serta memanen cabe di lahan pertanian warga. Sesekali terdengar bisikan warga bahagia bercampur haru melihat pemimpinnya secara langsung. Seakan tidak menduga kebun cabenya dikunjungi PJ Bupati di tengah-tengah jalanan menantang.
Sementara para petani lain sibuk bekerja di ladang, menanam dan merawat tanaman mereka dengan penuh perhatian. Mereka dengan tulus menceritakan kisah kehidupan mereka dan berbagi pengetahuan tentang proses pertanian. Kesederhanaan dan keramahan mereka menginspirasi para pengunjung.(Rls)













