Faktadelik.com, Luwu – Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu menggelar rapat dan koordinasi untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan Posyandu era baru. Kegiatan berlangsung di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding dan diikuti sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu.
Sebagai pemateri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu, Achmad Awwabin, menekankan bahwa paradigma Posyandu saat ini tidak lagi sebatas pelayanan penimbangan dan pengukuran, khususnya bagi bayi dan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.
“Posyandu ini bukan hanya untuk menimbang dan mengukur, tetapi Posyandu ini adalah pos pelayanan terpadu. Karena itu, kami mengundang OPD terkait. Kita harus menyamakan persepsi dan saling berkoordinasi agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala OPD yang hadir turut menyampaikan masukan dan saran terkait penguatan peran Posyandu, termasuk kebutuhan koordinasi, dukungan program dan anggaran, serta peningkatan kapasitas kader.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, mengatakan penguatan Posyandu membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, OPD terkait, kader, serta seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, kader dan pengelola Posyandu harus mampu menangkap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, kemudian mencatat dan memilah persoalan tersebut berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas untuk dikoordinasikan kepada pemerintah daerah.
“Kita harus betul-betul menjalin kerja sama, berkoordinasi dan berkolaborasi dengan baik dengan pemerintah desa supaya semua keluhan masyarakat dapat kita dapatkan. Bukan hanya menampung, tetapi bagaimana kita mencari jalan keluar agar persoalan mereka dapat diselesaikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pencatatan setiap aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang ditemukan melalui pelayanan Posyandu. Hal tersebut dinilai penting agar persoalan di tingkat masyarakat dapat ditindaklanjuti secara tepat sesuai kewenangan dan prioritas pemerintah.
Ia menilai penguatan peran kader menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan transformasi Posyandu. Karena itu, dukungan terhadap kader, termasuk melalui peningkatan kapasitas dan pemenuhan kebutuhan operasional, perlu menjadi perhatian bersama.
“Untuk itu kita harus berkolaborasi dengan baik dan menghilangkan sekat-sekat yang ada agar kita dapat menyelesaikan tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Rapat dan koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan secara daring melalui Zoom bersama pihak terkait untuk memperkuat pemahaman dan koordinasi mengenai pelaksanaan Posyandu era baru.
Kegiatan turut dihadiri Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriasa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Rosnawary Basir, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu, Elnita Pakolo, serta Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Nila Sari Dhevy Bijak.













