Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Kado Presiden untuk Guru, Bukti Nyata Peningkatan Kualitas Pendidikan

Faktadelik.com, Jakarta — Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan serangkaian program strategis sebagai “Kado dari Presiden untuk Para Guru”.

Peluncuran program tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, dihadiri jajaran kementerian/lembaga, pimpinan daerah, dan para pemangku kepentingan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bermutu untuk semua merupakan amanah konstitusi sekaligus visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. Guru sebagai garda terdepan pendidikan harus mendapat perhatian penuh negara,” ujar Mu’ti, Rabu (6/8/2025).

Sebagai bentuk peningkatan sarana pendidikan, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan renovasi 13.763 sekolah di seluruh Indonesia—meningkat 32,4 persen dari alokasi tahun sebelumnya. Program ini diperkirakan menyerap lebih dari 422 ribu tenaga kerja lokal.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga memulai digitalisasi pendidikan melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

“Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran adalah program prioritas Bapak Presiden sebagai bukti nyata peningkatan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh,” tegas Mendikdasmen.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti melaporkan bahwa sejak Maret 2025, tunjangan profesi guru telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Hingga 5 Agustus 2025, penyaluran telah menjangkau 97,4 persen atau 1.438.029 penerima.

Lebih lanjut, pemerintah juga memberikan insentif sebesar Rp300.000 per bulan untuk 341.248 guru non-ASN selama tujuh bulan, dengan total dana Rp716 miliar yang telah tersalur lebih dari 85 persen.

Program berikutnya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 253.407 pendidik PAUD nonformal sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan dengan total anggaran Rp125 miliar.

Kemendikdasmen juga meluncurkan program afirmasi kualifikasi akademik bagi 12.500 guru yang belum memiliki gelar S1 atau D4, melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Para peserta akan mengikuti dua semester pembelajaran di 112 perguruan tinggi mitra.

“Sekitar 7.000 guru telah mendaftar. Kami dorong 5.500 guru lainnya segera mendaftar agar dapat mengikuti pendidikan tahun ini juga. Setelah menyelesaikan S1, mereka berhak melanjutkan ke pendidikan profesi guru dan menerima tunjangan profesi,” jelas Suharti.

Dalam upaya peningkatan kualitas pengajaran, Kemendikdasmen juga menyelenggarakan pelatihan bagi guru di bidang deep learning, coding & artificial intelligence, bimbingan konseling, kepemimpinan sekolah, dan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), dengan dukungan anggaran negara dan partisipasi masyarakat.

Suharti menekankan bahwa program ini merupakan bentuk afirmasi negara kepada para pendidik yang selama ini berjuang di garis depan. “Negara hadir untuk guru. Ketiga program ini adalah wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo untuk memperkuat profesi guru sekaligus menciptakan pendidikan bermutu untuk semua,” tutupnya.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Saifudian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran eselon Kemendikdasmen, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Gubernur Banten Andra Soni, perwakilan organisasi penyelenggara pendidikan, serta para rektor dan kepala dinas pendidikan dari seluruh Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *