Faktadelik.com, Wajo – Elite politik terus merendahkan rakyat, kepercayaan publik semakin merosot dan rakyat kehilangan motivasi untuk berpartisipasi dalam proses politik. Sukriadi, SH, Ketua Divisi Hukum Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK), menilai, turunnya kepercayaan tersebut dapat berubah menjadi ketidakpuasan sehingga rakyat bersikap apatis atau bahkan memicu gerakan radikal.
“Demokrasi itu merupakan jembatan antara rakyat dan pemimpinnya, bukan menjadi sumber ketegangan,” kata Sukri, Sabtu, (30/08/2025).
Kemarahan rakyat atas kenaikan tunjangan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ditambah lagi buruknya komunikasi salah satu anggota DPR mempercepat kemunduran demokrasi, akibatnya standar untuk perilaku politik terus melorot.
“Aksi brutal seperti di Makassar dan daerah lainnya menjadi tamparan keras bagi kita semua. Narasi yang meremehkan aspirasi rakyat tidak bisa dianggap sebagai kesalahan kecil apalagi dinormalisasi,” tegasnya.
Untuk itu, Sukri meminta kepada para elite agar mencegah kualitas demokrasi semakin terpuruk.
“Elite politik harus menegakkan nilai-nilai kerendahan hati, empati, dan penghormatan yang tulus terhadap suara rakyat, tanpa itu keresahan di ruang publik hanya akan semakin intensif, mengancam pondasi demokrasi di negara yang kita cintai ini,” tegasnya. (*)













