Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

PC SEMMI Menilai Ketidakhadiran Anggota DPRD di Hari Sumpah Pemuda Adalah Bentuk Sikap Tidak Menghargai Sejarah

Faktadelik.com, Bantaeng – Bidang Pembangunan dan Partisipasi Daerah Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Bantaeng menyayangkan dan menilai sikap sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab Bantaeng yang tidak hadir dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-XX, hari ini.

Ketidakhadiran para wakil rakyat dalam momentum krusial yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda Indonesia ini dinilai sebagai cerminan lunturnya komitmen kebangsaan dan sikap tidak menghargai perjuangan para pendahulu bangsa.

Ketua Bidang Pembangunan dan Partisipasi Daerah PC SEMMI Bantaeng, Muh Nur Setiawan, menyatakan bahwa absensi tersebut adalah preseden buruk yang dipertontonkan oleh para legislator kepada generasi muda.

“Kami sangat kecewa. Di saat seluruh elemen bangsa, terutama pemuda, merefleksikan kembali semangat persatuan untuk membangun bangsa, para wakil rakyat kita justru memilih absen. Ini bukan sekadar absensi fisik, tapi ini adalah absensi nilai dan absensi moral,” ujar Muh Nur Setiawan

Sebagai Bidang Pembangunan dan Partisipasi Daerah, PC SEMMI menyoroti ironi sikap tersebut. Menurut Muh Nur Setiawan, DPRD adalah lembaga representasi rakyat dan kanal utama partisipasi publik dalam pembangunan. Kehadiran mereka dalam acara seremonial kebangsaan adalah simbol komitmen bahwa mereka adalah bagian dari denyut nadi perjuangan rakyat.

“Bagaimana kita bisa berharap pembangunan daerah berjalan dengan semangat partisipatif jika legislatornya sendiri gagal ‘berpartisipasi’ dalam momentum sepenting Sumpah Pemuda? Ini adalah sikap yang tidak menghargai sejarah,” tegasnya.

PC SEMMI menilai, sikap ini menunjukkan adanya jarak (distansi) yang nyata antara elite politik di parlemen dengan semangat kepemudaan. Padahal, pembangunan daerah ke depan sangat bergantung pada energi, kolaborasi, dan idealisme generasi muda yang api semangatnya dinyalakan sejak 1928.

“Kami, dari Bidang Pembangunan dan Partisipasi Daerah PC SEMMI Bantaeng, menilai bahwa ketidakhadiran ini adalah bentuk pengabaian terhadap sejarah dan sikap tidak menghargai perjuangan pemuda. Kami menuntut para anggota dewan yang terhormat untuk lebih serius menunjukkan keteladanan dan komitmen kebangsaan mereka, bukan hanya sibuk dengan agenda politik pragmatis semata,” tutup Muh Nur Setiawan

PC SEMMI Bantaeng berharap hal ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kab Bantaeng agar dapat memberikan teladan yang lebih baik bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *