Polman – Memasuki masa tanam padi di Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, melaksanakan Rapat Turun Sawah tingkat Kecamatan dengan tema “ Pertanian Maju Produksi Meningkat Rakyat Sejahtera” yang dilaksanakan di Kecamatan Campalagian, Rabu 15 Februari 2023.
Bupati Polewali Mandar H. Andi Ibrahim Masdar berkesempatan hadir, menyambut baik Rapat tersebut, dirinya menyampaikan agar Dinas terkait bersama masyarakat mencari solusi penggunaan pupuk berbahan kimia demi meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Polewali Mandar.
“Sebenarnya jangan kita terlalu bergantung kepada pupuk kimia, mungkin ada formulasi baru untuk mencari, coba Dinas Pertanian membantu masyarakat, kira-kira pupuk apa yang digunakan karena kalau selalu pupuk kimia yang kita pakai, memang kelihatannya produksi kita naik tetapi kadang persaingan beras kita di luar itu kurang bersaing, kita jauh dibawahnya karena kita terlalu mengandalkan pupuk kimia, sedangkan mereka bisa meningkatkan produksinya tanpa menggunakan pupuk kimia. Mungkin bisa Kepala Dinas Pertanian dan Ketua Perpadi bisa berangkat ke Vietnam seperti apa produksi padi yang ada di sana “ Kata Bupati.
Sementara Plt. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar Andi Ibrahim Wela menjelaskan, dengan adanya kesepakatan dari beberapa perwakilan kecamatan selanjutnya akan ditindaklanjuti ketingkat Kabupaten.
“Kecamatan yang masuk dalam maloso kanan dan maloso kiri ini sudah sepakat, di mana nantinya akan ditindak lanjuti lagi ke bawah dan kita dari Dinas Pertanian akan mencoba menindaklanjuti di Kabupaten. Harapan saya supaya apa yang sudah kita sepakati tadi ini ada dari beberapa perwakilan kecamatan dan itu bisa disepakati. Artinya turun sawahnya, meskipun kita tidak terlalu memaksakan dia untuk harus tanam serentak, setidaknya ada satu titik di mana dia harus serentak, meskipun perbedaan tanamnya itu seminggu dua minggu. Yang jelas perbedaan rentan waktunya itu satu sampai 3 minggu saja yang bisa kita toleransi, lewat daripada itu tidak bisa lagi. Sepanjang kalau seumpamanya dia agak luas ada P3A, ada beberapa kelompok tani di dalamnya di sana itu sangat luas sekali karena satu kelompok tani saja 25 hektare, jadi kalau kita bisa konsisten di dalamnya, saya rasa tidak akan jadi masalah yang penting dia hamparan besar karena mereka juga tahu, penanaman serenak bisa memutus siklus hama. Kedepannya kita akan selalu duduk bersama yang sifatnya bagaiman bisa meningkatkan kehidupan petani “ Jelas Andi Ibrahim. (*)
Laporan: Bas













