Anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru Bersama Balai Bahasa Sulsel Gelar Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah

Majene – Anggota DPR-RI fraksi Nasdem Komisi X Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, Ratih Megasari Singkarru, M.Sc bersama Balai Bahasa Sulawesi Selatan Menggelar Diseminasi Program Kebahasaan dan Kesastraan (Revitalisasi Bahasa Daerah), Sabtu (5/8/23) di aula hotel Villa Bogor Majene.

Anggota DPR RI Ratih Megasari Singkarru Dalam sambutannya menyampaikan”bahwa adanya kegiatan ini tujuan utamanya nya untuk menjaga kelestarian bahasa daerah yang ada di Sulbar, khususnya Bahasa Mandar ini supaya tidak akan punah.

Kata dia, sesuai apa yang disampaikan Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindung Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Kemendikbud Ristek bahwa Bahasa Mandar saat ini statusnya mengalami kemunduran. Dan Apalagi ini belum by data dan kemungkinan hasilnya lebih dari itu ketika itu betul-betul didata,” ucap ratih

“pihaknya langsung mengusulkan untuk merevitalisasi bahasa Mandar dan itu diterima oleh Badan Bahasa. Alhamdulillah bahasa mandar ini sedang ditindaklanjuti sampai saat ini. Bahkan akan merencanakan untuk mengeluarkan kamus digital khususnya untuk Bahasa Mandar,” ungkap Ratih.

Selain itu kita upayakan segera untuk merevitalisasi bahasa yang ada di daerah kita khusunya bahasa mandar tidak hanya sebatas mengeluarkan kamus digital tapi juga hal-hal lain juga perlu kita lakukan seperti memulai dari rumah. Karena bahasa ini untuk bisa mendidik anak-anak kita karena untuk membantu membudayakan bahasa daerah pasti pilar utamanya adalah di rumah. Karena orang tua. Dimana orang tua yang masih pasih berbahasa Mandar harusnya bisa mengajarkan kepada anak-anaknya berbahasa Mandar tanpa terlepas dari untuk berbahasa Indonesia.”Ujarnya

Lanjutnya, Biar bagaimanapun bahasa Indonesia sangat diperlukan apalagi dalam dunia pendidikan dan kerja. Tapi tanpa melupakan akar rumputnya dari mana ia berasal,harusnya karena saat ini sudah Kurikulum Merdeka bisa lebih dipermudah, fleksibel untuk penerapan penggunaan bahasa daerah di sekolah. Mulai tingkat SD kelas 1 sampai maksimal SD kelas 3 diperbolehkan menggunakan bahasa mandar.
apabila seorang anak belajar menggunakan bahasa daerah itu memungkinkan untuk bisa lebih berprestasi ke depannya. Dan terkait minimnya literasi yang ada saat ini di Indonesia khususnya di Kabupaten Majene, sinkronisasi untuk kegiatan ini adalah sudan sepantasnya setiap provinsi memiliki Balai Bahasanya masing-masing . Apalagi Sulbar saat ini masih bergabung dengan Sulsel. Dan dengan ini juga akan lebih mempermudah sinergitas antara sumber daya manusia yang ada, Pemda dan stakeholder lainnya,” pungkasnya,

Ditempat yang sama Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindung Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Kemendikbud Ristek, Imam Budi Utomo mengatakan” adanya kegiatan ini hal yang paling mendasar adalah bagaimana cara mengubah mindset atau pola pikir generasi muda untuk menggunakan bahwa bahasa daerah itu keren dan tidak ketinggalan zaman.karena dalam merevitalisasi bahasa daerah itu memilih materi-materi yang disukai dan kekinian Serta menggunakan platform-platform digital yang sekarang ini disukai anak-anak. Contohnya seperti peserta revitalisasi bahasa daerah di Jawa yang saat ini sudah memiliki platform YouTube atau TikTok sudah memiliki banyak subscribe.
Padahal hanya menggunakan bahasa daerah. Bahkan ada orang asing yang menggunakan bahasa Jawa di dalam konten-konten YouTubenya. Dan ini luar biasa,” ungkap iman

Menurutnya,Bahasa Mandar saat ini, telah mengalami kemunduran. Dan jika ini sudah by data, mungkin tidak hanya mengalami kemunduran tapi juga sudah terancam punah bahkan mengalami kekritisan. Ini kita bisa buktikan, ketika kita mengajak anak berbicara menggunakan bahasa Mandar dan jawabannya bahasa Indonesia ini sudah bisa membuktikan mereka memiliki sikap yang negatif terhadap bahasa daerah supaya bagaimana agar anak ini dapat mengembalikan kepercayaan mereka berbahasa Mandar,” Tututrnya

Bahkan pihaknya telah siap memberi apresiasi misalnya bagi pemenang festival Tunas Bahasa nantinya. Memberikan sertifikat, dan sertifikatnya bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, yaitu Manajemen Talenta Nasional.Dan di sertifikat itu ada nilainya, baik nilai pemenang tingkat kabupaten dan nasional. Ini menunjukkan bahwa bahasa daerah memiliki nilai di dalam dunia pendidikan jenjang lebih tinggi”ujarnya

Selain itu,Ketua panitia Dr. Ganjar Harimansyah yang juga merupakan Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan menambahkan,“Peserta yang hadir sekitar 102. Terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, perwakilan Dinas Pendidikan serta para guru. Sehingga meskipun yang diundang hanya 102 saya yakin peserta yang ada adalah kaum militan yang insya Allah bisa menginformasikan kembali hasil-hasil diseminasi yang kita lakukan saat ini, dengan adanya kegiatan ini, kami mengharapkan peserta yang hadir bersama-sama ikut menyokong revitalisasi bahasa daerah”ucapnya

Ia melaporkan, kegiatan revitalisasi bahasa daerah yang sudah dilaksanakan di Sulselbar ini sudah berjalan tiga tahun. Dan sudah banyak pencapaian yang diraih. Salah satunya apresiasi dari Kemendikbud Ristek kepada Pemprov sulsel dimana Gubernur Sulsel sudah mendapat penghargaan dari Kemendikbud Ristek untuk pelestarian daerah. Bahkan salah satu guru di Pare-pare, Sulsel mendapat hadiah sebagai guru inovatif dalam revitalisasi bahasa daerah.Dan ini penting bahwa revitalisasi bahasa daerah dilirik oleh UNESCO dan meminta agar kita berpidato di sana,” katanya.

Lanjut ia katakan , untuk mendukung revitalisasi bahasa daerah berbasis sekolah bersama dinas Pendidikan di Sulsel. Pihaknya juga mengadakan duta bahasa daerah. Dan harapannya mudah-mudahan ini bisa juga dilakukan di Sulbar. Serta Kami juga melibatkan 30 dinas pendidikan di Sulselbar. Organisasi lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta , para pengawas sekolah,” pungkasnya. ( Syahril )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *