Baru Mekar, Komunitas Peduli Kemanusiaan Lingkodia Langsung Menggalang Donasi Pengobatan

Faktadelik.Com, Ntt Matim – Sejak akhir 2022 Desember lalu, Komunitas Peduli Kemanusiaan Lingkodia hadir di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur,( NTT). Kehadiran komunitas ini memiliki visi dan misi peduli Stanting, dan Difabel

Salah satu, yang kini di geluti komunitas Peduli Sosial Lingkodia, yaitu mengikuti berbagai kegiatan kemanusiaan, serta menggalang donasi pengobatan pada orang baik melalui berbagai sumber donasi yang telah di himpun melalui yayasan Kitabisa.com, Mitra Berbagi, Kementrian RI, di gerakan oleh salah satu anggota kepolisian resort Manggarai Timur, serta secara pribadi komunitas.

Kepada media ini , Ketua pendiri komunitas Peduli Kemanusiaan Lingkodia , Eulogius Lan Pardi, yang juga alumnus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang tersebut , Selasa , (31/01) mengatakan kehadiran komunitas bertujuan sebagai wahana untuk membantu masyarakat yang belum di perhatikan degan baik oleh pemerintah.

” Belum di perhatikan degan baik secara menyeluruh, dan belum di ketahui. Tentu kita harus informasi ke pemerintah, dan inisiatif bersama rekan komunitas untuk mencari donasi , Ungkap Pardi”.

Ia pun, Pardi mengatakan selama komunitas yang baru terbentuk ini bergerak, sudah banyak rekan rekan yang turut berpartisipasi membantu.

” Sudah banyak yang membantu, kita sebagai anggota komunitas yang terdiri dari warga sipil, serta salah satu anggota kepolisian Resort Manggarai Timur mengucapkan banyak terima kasih.”

Adapun kata Pardi , tepat 11 hari yang lalu, Sabtu, ( 21/01) , komunitas melakukan kegiatan Galang donasi untuk adik Florentina , ( 6) tahun, dan Yuliana, ( 6) yang mengalami gangguan tubuh kembang degan di tandai tubuh kesulitan bergerak, serta kondisi tubuh yang kerdil.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dua gadis kecil yang sakit tersebut telah di diagnosa oleh dokter degan penderitaan sakit Gawat congenital ec susp. Cerebral palsy bertempat di UPTD Puskesmas Lebi, Jln : Raya Warat , degan surat keterangan sakit, bernomor : 440/PL/13/1/2023.

” Untuk sementara, Florentina dan Paulina terpaksa menanggung lebih lama penderitaan. Karena ketidak berdayaan ekonomi kedua orang tua mereka. Berharap, bagi anda yang turut mencintai mereka, mohon ulurkan tangan kasih mu degan doa kesembuhan, dan donasi,” Tutup Pardi.

Editor : Wil Susu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *