Faktadelik.com, Raja Ampat PBD – Calon Legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Dua Kabupaten Raja Ampat, Yohan Sauyai berkunjung ke wilayah Batanta Selatan untuk bertatap muka dengan masyarakat serta memperkenalkan diri secara langsung.
Kampung Amdui merupakan salah satu kampung di Distrik Batanta Selatan yang dikunjungi Yohan bersama tim.
Dalam kunjungannya, Yohan turut serta mensosialisasikan dampak buruk dari praktik politik yang berdampak buruk terhadap masyarakat secara langsung.
Praktik politik dimaksud tidak lain adalah “Politik Uang”, yang mana dikatakan Yohan bahwa politik uang merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh oknum-oknum caleg tertentu untuk memenangkan dirinya dengan cara memberikan uang kepada masyarakat agar dipilih.
“Saya yakin teman-teman pemuda di Amdui sangat paham dengan apa yang saya sampaikan. Apalagi pemuda memiliki peran penting dalam berlangsungnya demokrasi di raja ampat. Saya ajak, mari sama-sama kita gaungkan penolakan terhadap politik uang”, Uangkap Yohan saat berdiskusi dengan pemuda kampung Amdui.
Berlatar belakang Pegiat Antikorupsi, Yohan mengatakan politik uang juga tergolong praktik KKN.
“Politik uang juga bagian dari praktek koruptif, atau yang lebih dikenal dengan kata SUAP. Jadi kalau ada temuan bisa di proses hukum. Oleh sebab itu, teman-teman harus selektif karena caleg yang bayar suara adalah calon koruptor”, terang Yohan.
Sebelumnya Yohan Sauyai juga menyampaikan hal yang sama saat berkunjung ke beberapa kampung di Batanta Selatan, termasuk kampung Solol Distrik Salawati Barat.(Endi)











