Faktadelik.com, Waisai Raja Ampat – Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas Sorong bekerjasama dengan PAPUA FARM dan PAPUA YOUTH CREATIVE HUB Laksanakan Pelatihan Pertanian dengan Sistem Hidroponik, Rakit Apung dan Irigasi. Kegiatan pelatihan di langsungkan di Kampung Saporkren, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat. (07/09/2023)
Kasub Kordinator Bidang pemberdayaan BPVP Sorong, Teguh Santoso,ST., mengatakan pelaksanaan kegiatan yang di lakukan bertujuan untuk bagaimana masyarakat mengambil peluang tersebut sebagai langkah awal pengembangan diri, dan tentunya bisa bermanfaat untuk menopan kebutuhan ekonomi.
“Kami mewakili pimpinan menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan kami, kemudian kegiatan ini lebih kepada bagaimana masyarakat kita bisa memanfaatkan dan menggunakan kesempatan ini untuk bisa berkembang menjadi pelaku usaha di Kampung Saporkren bahkan di Raja Ampat”
Selain itu Billiam Atihuta yang merupakan Founder dari PAPUA FARM sekaligus sebagai penanggung jawab pelatihan tersebut merengkan, Sistem Hidroponik yang di terapkan oleh pihaknya benar-benar di lakukan dari nol hingga masuk pada tahapan penanen.
“Lewat pelatihan itu, berawal dari pemilihan benih kemudian kita tanam hingga 12 hari lalu di pindahkan ke instalasi. Setelah dari instalasi itu terhitung 3-4 minggu kita sudah boleh panen”, terang Billi.
Dalam keterangannya saat di wawancarai media ini, dirinya mengatakan pelatihan Hidroponik tersebut bukan hanya sebatas pelatihan saja melainkan dirinya menargetkan hasil panen selanjutnya akan di distribusikan ke pasar agar masyarakat setempat dapat memiliki nilai tambah guna memenuhi kebutuhan ekonomi bagi masyarakat sendiri.
“Jadi kita memilih Saporkren ini karena lokasinya strategis, sehingga hasil panen nantinya kita bisa distribusikan ke Homestay, Resort dan juga Kapal-kapal turis”, ungkapnya
Billiam dalam keterangannya berharap, upaya yang dilakukan oleh dirinya dan kawan-kawan tersebut dapat memberikan dampak positif dan tentunya bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat setelah pasca Covid’19 yang melumpuhkan seluruh sektor mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan sampai ke kampung-kampung. (Endi)













