FAKTADELIK.COM, TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama sejumlah OPD melakukan kunjungan dan peninjauan kawasan Beting Semelur, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kamis sore (5/11/2026).
Peninjauan ini merupakan bagian dari rencana penataan kawasan Beting Semelur agar lebih tertata rapi, bersih, indah, dan menjadi salah satu pusat kunjungan warga Kota Tanjungbalai.
Usai meninjau seluruh kawasan, Wali Kota menjelaskan bahwa kawasan ini telah diserahkan dari Kementerian PUPR ke Pemko Tanjungbalai pada tahun 2023 melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).
Namun, selama kurang lebih tiga tahun, kawasan ini terkesan terabaikan karena belum jelas OPD mana yang menjadi penanggung jawab aset tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan Asisten dan BPKPD, Wali Kota memutuskan untuk mencatatkan aset Beting Semelur ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), termasuk pedestrian dan empat ruas jalan menuju pedestrian.
Dengan kejelasan status aset itu, Pemko kini menyiapkan tiga opsi pengembangan, yakni mencari dukungan Kementerian, melalui APBD TA 2027 atau TA 2028, dan menggandeng pengusaha atau investor.
Wali Kota menegaskan harapannya agar kawasan ini berubah menjadi Kampung Warna Warni yang khas Melayu, sesuai dengan nuansa Kota Tanjungbalai.
“Sesuai harapan saya ini dapat menjadi Kampung Warna Warni, nantinya tidak lagi seperti kita lihat. Nanti kita tentukan warnanya, warna apa yang cocok, tentunya akan kita sesuaikan dengan nuansa Kota Tanjungbalai karena daerah kita khasnya Melayu,” sebut Mahyaruddin.
Di tengah rencana besar tersebut, Camat Datuk Bandar mendapat mandat khusus dari Wali Kota untuk menjadi garda terdepan di lapangan.
Wali Kota meminta Camat Datuk Bandar sebagai pemimpin di wilayahnya untuk sering datang ke Beting Semelur, menertibkan kawasan agar tidak ada lagi bangunan yang dibangun sembarangan.
Camat juga diminta untuk menggerakkan gotong royong bersama pihak Kelurahan Sirantau dan Kepala Lingkungan, agar kawasan tidak kumuh lagi dan tidak tertinggal.
Selain penataan fisik, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pusat UMKM dengan pembangunan kios atau gerai di lahan tanah kosong, yang akan menambah pendapatan masyarakat dan PAD Kota Tanjungbalai, sekaligus menjadi lokasi event pariwisata dan olahraga seperti perahu naga dan tarian tradisional.
(Solihin)