Faktadelik.com – Menilik sejarah panjang pergolakan (perjuangan) bangsa Indonesia untuk bisa lepas dari cengkeraman penjajahan, baik dari kolonialisme Belanda pun atau fasisme Jepang. Hingga mencapai puncaknya pada moment meledaknya revolusi Agustus tahun 1945, yang mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya. Keberhasilan bangsa Indonesia dalam merengkuh kemerdekaan tersebut tidaklah bisa kita pisahkan dari pengaruh (peran) para generasi muda progresif-revolusioner di zaman itu—yang begitu gigih dalam mengupayakan pelbagai macam cara sekedar untuk membumikan kata MERDEKA di tanah ibu Pertiwi ini. Mulai dari pembentukan organisasi-organisasi kepemudaan, menyiarkan agitasi, propaganda, sampai pemberontakan pada pemerintahan kolonial. Dan yang paling anyar adalah penculikan yang di lakukan kaum muda terhadap The founding father (Soekarno—Hatta) ke Rengasdengklok, dan mendesak agar Soekarno—Hatta segera di proklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Sungguh, tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa; Sejarah bangsa Indonesia Adalah Sejarah Perjuangan Kaum Muda.
Muh. Ahlus (Jendlap), Dalam Orasi Ilmiahnya menyampaikan bahwa peran pemuda untuk kemerdekaan bangsa Indonesia sangat besar, mulai dari tahun 1926 – saat ini pemuda masih aktif dalam ruang-ruang diskusi publik, pengkajian, dan pergerakan baik skala daerah sampai pusat. Pada Momentum Harlah sumpah pemuda ini kami merefleksi kepemimpinan Presiden Jokowi-Ma’ruf, Terkait Problem ataupun kebijakan yang dikeluarkan Anggota DPR yang terkesan terburu-buru atau lebih tepatnya sengaja di kebut untuk kepentingan Pemodal (Investor), Bukan hanya persoalan itu kami juga mempertanyakan perampasan ruang hidup yang terjadi di Rempang, saya menilai bahwa rempang itu kemudian dijadikan alat politik global antara Amerika-China, Ganjar bisa buat apa? Kami menilai ada kepentingan pilpres dan elit global di Rempang sana.”tegasnya
Lanjut, Kami berharap kepada pemerintah untuk segera membebaskan bara-baraya dari penggusuran dan stop reklamasi pulau lae-lae, dan stop tindakan represif terhadap masyarakat.”tutupnya
Adapun tuntutan yang kami bawa dalam merefleksi hari sumpah pemuda;
1. Refleksi Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf
2. Wujudkan Reforma Agraria
3. Stop Tindakan Represif Terhadap Masyarakat
4. Tolak Reklamasi Pulau Lae-Lae
5. Tolak Penggusuran Bara-Baraya
( Nuurzanah)














