Faktadelik.com – Politik identitas menjadi momok yang buruk dalam demokrasi dimana pun. Berbagai catatan sejarah demokrasi yang mendorong pemanfaatan politik identitas untuk meraih kekuasaan yang berakhir pada kekacauan, ketidakstabilan pemerintahan, kemunduran demokrasi, bahkan muncul perpecahan di kalangan masyarakat.
Sebagai bentuk gerakan bersama untuk menjaga tanah air dari politik Indentitas, peningkatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan.
Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa pesta demokrasi Indonesia yang semakin dekat adalah bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat raja ampat dan di harapkan semua pihak untuk tidak menggunakan politik identitas. Tidak mendorong gagasan politik identitas sebagai strategi mendapatkan dukungan dalam meraih kekuasaan.
“Sudah saatnya dalam Pemilu 2024, semua pihak untuk bersama-sama mendorong kampanye dengan menyodorkan gagasan-gagasan membangun, menghindari penggunaan politik identitas”
“Politik Identitas yang digunakan dalam meraih kekuasaan akan membawa perpecahan. Politik identitas dapat menciptakan polarisasi dan ketegangan di masyarakat karena menempatkan kepentingan kelompok atau individu di atas kepentingan umum”
Raja Ampat adalah suatu daerah yang sangat majemuk, sangat rentan dengan isu politik identitas. Kita ditakdirkan hidup dengan kemajemukan suku, ras, adat istiadat, agama, budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap perbedaan berpotensi untuk di dorong sebagai amunisi dalam Politik Identitas. Terlebih di Era digital, pemanfaatan social media dan internet yang tidak sehat akan membanjiri masyarakat dengan informasi-informasi hoax, fitnah dan gagasan negatif meraih kekuasaan tanpa mempertimbangkan kebutuhan bangsa.
Pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda yang saat ini merupakan generasi penerus bangsa dan merupakan segment yang cukup besar dalam Pemilu 2024.
Anak muda harus terlibat aktif dalam Pemilu 2024, ikut serta menjaga proses Pemilu 2024 berjalan lancar, demokratis, bersih, jujur dan bebas dari politik identitas.
Generasi muda harus lebih cermat dalam memilih, pastikan bahwa pilihannya merupakan kandidat atau partai yang mendorong gagasan yang membangun, tidak menggunakan politik identitas sekedar untuk mencapai kekuasaan. Pilihan dalam pemilu 2024 akan mempengaruhi pembangunan hingga 5 tahun.
Penulis: Endi Mambrasar











