Faktadelik.Com-Aliansi Perjuangan Mahasiswa Indonesia Memperingati Hari Tani Nasional dengan kemabali melakukan unras di Perbatasan Gowa- Makassar dan jalan Sultan Alauddin Makassar Senin, 25/09/23.
Jenderal lapangan Jimi Saputra , sampaikan bahwa unjuk rasa tersebut sebagai respon Mahasiswa kota Makassar terhadap kejadian di Rempang Batam.
“Organisasi yang tergabung di aliansi kami yakni GRD, KOMRAD dan GPAM sepakat untuk melakukan unras besar-besaran apabila rakyat Rempang digusur” Ujar Jimi
” Kota Makassar akan menjadi lautan api jika penggusuran di Rempang dilakukan. Kami pastikan unras tidak akan ada henti-hentinya di kota makassar,” Tegasnya
Pada aksi tersebut, Massa aksi terlihat menahan beberapa mobil kontainer untuk dijadikan sebagai mimbar orasi, sembari membakar puluhan ban bekas di ruas jalan batas Makassar – Gowa.
Sepanduk bekas ikut dibentangkan, yang bertuliskan rakyat Rempang digusur, makassar lumpuh total dan turunkan harga BBM serta pemerintah gagal, negara bubar.
Beberapa tuntutan yang mereka gaungkan diantaranya, Cabut Omnibuslaw, wujudkan pendidikan gratis, Hentikan Perampasan Lahan Masyarakat Adat dan Hentikan Represif Terhadap Demonstran.
Mereka menilai beberapa kebijakan Presiden Jokowi Widodo sangat bertentangan dengan UUD 1945.
Usai melakukan unjuk rasa di perbatasan Makassar- Gowa, massa aksi bergeser ke jalan Sultan Alauddin depan kampus I UIN Alauddin Makassar
Massa kembali menahan Mobil Truck untuj dijadikan mimbar orasi serta sejumlah ban mobil bekas dibakar oleh massa aksi di ruas jalan Trans Sulawesi itu.
Setelah Beberapa jam menyampaikan pendapatnya, Jimi selaku jenderal lapangan pun mengakhiri unjuk rasa dengan membacakan pernyataan sikap.
“Kami meminta Pemerintah untuk mengindahkan tuntutan secepatnya. Apabila tidak diindahkan maka kami akan melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi,” Tutup Jimi Jendral Lapangan Unras.














