Berita  

Kemanunggalan TNI-Rakyat Tercipta Melalui TMMD 116 di Desa Ongko

POLMAN, FAKTADELIK.COM – Dalam upaya meningkatkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah menjadi salah satu inisiatif yang terus dilakukan. Pada tahun 2023, TMMD memasuki ke-116 dengan tema “Sinergi Lintas Sektor Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat”. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan upaya pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat di berbagai desa di seluruh Indonesia. Melalui sinergi lintas sektor, TNI dan rakyat dapat bekerja sama dalam memperkuat kemanunggalan yang sudah terjalin.

Desa Ongko, terletak di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menjadi saksi dari kerjasama yang erat antara TNI dan rakyat dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 TA 2023, Program ini dilaksanakan mulai tanggal 10 Mei hingga 8 Juni 2023, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

TMMD Ke-116 yang dilaksanakan oleh Kodim 1402/Polman di Desa Ongko memiliki dua sasaran utama, yaitu sasaran fisik dan sasaran non-fisik. Sasaran fisik meliputi perintisan dan pelebaran jalan sepanjang 1.400 meter, pembuatan empat unit duiker, serta pembuatan abutment dan jembatan berukuran 14 meter x 4 meter. Selain itu, sasaran non-fisik meliputi penyuluhan mengenai pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, pertanian, program keluarga berencana, donor darah, perikanan/peternakan, serta penyuluhan mengenai stunting.

Dalam pelaksanaannya, TMMD Ke-116 melibatkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar. Bupati Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar, mengungkapkan pentingnya peran TNI dalam kemitraan produktif untuk membangun wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

“TMMD merupakan bentuk nyata dari kemitraan produktif antara TNI dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan TMMD mencakup seluruh aspek pembangunan, baik itu infrastruktur maupun sosial kemasyarakatan di wilayah kita,” jelas Bupati Polewali Mandar.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar
juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kodam XIV Hasanuddin beserta jajaran, terutama Kodim 1402/Polman, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Polewali Mandar.

Salah satu penduduk Desa Ongko bernama Najamuddin merasa senang dengan kehadiran TNI dalam pembangunan desanya. Sebelumnya, jalan yang menuju kebun masih berupa jalan setapak yang sulit dilalui, tetapi dengan adanya perbaikan jalan dan pembangunan jembatan oleh TNI, impian masyarakat Desa Ongko menjadi kenyataan. Warga lain juga merasakan manfaat dari program ini, seperti kemudahan akses transportasi dan ketersediaan air bersih.

Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr.(Han), Dansatgas TMMD Ke 116 Kodim 1402/Polman, menyatakan bahwa pembangunan jembatan adalah salah satu target fisik TMMD 116 di Desa Ongko. Menurutnya, konstruksi jembatan tersebut sangat kuat, sehingga truk dengan muatan berat pun dapat melintas dengan kekuatan mencapai 30 Ton.

Harapannya, dengan selesainya jembatan ini, akses akan menjadi lebih lancar dan perekonomian masyarakat yang sebagian besar adalah petani akan meningkat.

Letkol Masni juga menjelaskan bahwa jembatan ini terhubung dengan perintisan jalan sepanjang 1.400 meter. Sudirman, Kepala Dusun Limboro, Desa Ongko, mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukurnya atas hadirnya TMMD di desanya. Selama ini, masyarakat tidak memiliki sarana penyeberangan yang aman menuju ibu kota desa. Bahkan, anak-anak sekolah kesulitan karena sulit menyeberangi sungai bila arus deras, sehingga terpaksa harus libur. Kini, jembatan yang menghubungkan Dusun Limboro dengan Dusun Beru-Beru di Desa Ongko sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

Saya mewakili masyarakat Desa Ongko, khususnya Dusun Limboro, menyampaikan terima kasih atas kehadiran anggota TNI dan Polri di desa kami. Mereka telah membangun infrastruktur yang selama ini kami impikan.

TMMD Ke-116 juga melaksanakan beberapa target tambahan, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Program RTLH telah memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, seperti Abdul Razak, yang sekarang memiliki rumah yang layak huni setelah direhabilitasi melalui program TMMD.

Dansatgas TMMD Ke-116 Kodim 1402/Polman, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M. Tr.(Han), mengungkapkan kepada wartawan bahwa rehabilitasi rumah ini merupakan salah satu target tambahan dari program TMMD di Desa Ongko, Rabu (24/5/2023).

Meskipun ini merupakan target tambahan, Letkol Czi Masni menjelaskan bahwa mereka tetap memprioritaskan kualitas agar rumah tersebut dapat bertahan lebih lama.

“Kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni ini ditujukan untuk warga masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang rumahnya benar-benar tidak layak huni,” ucap Dansatgas TMMD.

Hasimunah, istri Abdul Razak yang menjadi penerima manfaat rehabilitasi rumah, mengaku sangat bersyukur karena tidak pernah menyangka bahwa tentara akan membangun rumah untuknya.

“Rumah saya yang dulu sudah harus dibongkar karena rusak parah, sekarang dibangun kembali mulai dari pondasi hingga berdiri menjadi rumah yang baru,” ujarnya dengan penuh kegembiraan.

Terima kasih Pak, Selama 14 hari ini, tentara dan polisi bekerja membangun rumah untuk saya dan suami yang tidak lagi mampu bekerja.

Sedangkan Untuk sasaran non fisik TMMD 116 Kodim 1402/Polman di Desa Ongko telah dilakukan beberapa kegiatan antara lain penyuluhan stunting, penyuluhan KB Kes, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan umum bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD 116 Kodim 1402/Polman, Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr.(Han), mengatakan, bakti sosial kesehatan, donor darah, penyuluhan stunting, dan KB dilakukan serentak di lokasi TMMD.

“Kami memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Ongko,” jelas Letkol Masni.

Dansatgas juga menyebutkan, penyuluhan dan pendampingan anak stunting dilakukan di lokasi TMMD bekerja sama dengan BKKBN.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian satgas TMMD untuk anak stunting, serta pelaksanaan imbauan tujuh harian Kasad, TNI hadir di tengah kesulitan masyarakat dan menjadi solusi dalam mencari solusi.

Melalui bakti sosial kesehatan ini, kata Dansatgas, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lokasi TMMD. Hal ini sangat bermanfaat bagi warga yang tinggal di daerah terpencil, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala ekonomi atau jauhnya jarak ke fasilitas kesehatan.

Salah satu sasaran tambahan pelaksanaan TMMD Kodim 1402/Polman ke-116 di Desa Ongko adalah program Manunggal Air. Program ini merupakan inisiatif TNI-AD untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) mengatakan, sebelumnya warga di Dusun Ongko Timur harus mengambil air dari sungai untuk mencuci, bahkan untuk minum. Oleh karena itu, telah disiapkan sumur bor dengan kedalaman sekitar 21 meter. Sumur ini cukup untuk kebutuhan air bersih masyarakat.

“Diharapkan sumber air ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan air bersih,” ujar Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi.

Rahmatia warga Dusun Ongko merasa senang dan bersyukur atas kehadiran TMMD yang telah menyediakan sumber air bersih di lingkungannya. Sebelumnya, mereka harus mencuci, mandi, bahkan mengambil air minum dari sungai yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka.

“Terima kasih pak, dulu susah mendapatkan air bersih, apalagi saat sungai banjir yang airnya keruh. Sekarang tinggal buka keran, kita sudah punya air bersih,” kata Rahmatia sambil tersenyum.

Sahariah, Kepala Desa Ongko, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran TMMD di desa mereka.

“Saya dan masyarakat Desa Ongko sangat berterima kasih atas kehadiran TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa,” serunya.

Upaya kolaboratif antara TNI dan masyarakat tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur jalan tetapi juga memenuhi kebutuhan vital akan sarana air bersih dan sanitasi (MCK), kata Kepala Desa Ongko.

Tim Pengawasan dan Evaluasi (WASEV) dari Mabes TNI AD yang dipimpin oleh Kolonel Kav Mohammad Jaelani mengungkapkan kepada para wartawan bahwa kehadiran mereka atas nama Kasad bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Program TMMD dan mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Kolonel Kav Mohammad Jaelani
menjelaskan bahwa dalam Program TMMD ke-116 di Desa ini, penting untuk benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

Ketika berkunjung ke Desa Ongko, Kolonel Kav Mohammad Jaelani
merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh masyarakat karena adanya Program TMMD di desa tersebut.

Dia berharap bahwa melalui kegiatan TMMD ini, TNI dan Polri dapat ikut serta membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ongko.

Kolonel Kav Mohammad Jaelani
menekankan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh Satgas TMMD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga berharap apa yang telah dicapai dapat dipertahankan agar berdampak jangka panjang.

Jumlah personil yang tergabung dalam Satgas TMMD 116 Kodim 1402/Polman di Desa Ongko adalah 150 orang. Mereka terdiri dari 102 personel dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, 32 personel Polri, dan 16 personel dari Pemkab Polewali Mandar. (Laporan Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *