Faktadelik.Com- Mahasiswa Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng (Unika St Paulus) buka suara terkait adanya krisis air bersih di kota Ruteng, Manggarai yang sudah terjadi beberapa pekan terakhir.
Olgaviani Sriyanti,mahasiswa Unika St Paulus Ruteng yang merasakan lansung kurangnya mendapatkan pasokan air bersih mengaku kecewa dengan kinerja dari petugas terkait dalam menangani krisis air bersih di kota Ruteng.
Kata Olga sapaan akrabnya, keadaan seperti ini sangat mempengaruhi kehidupan warga, terutama dia dan teman-temannya yang tinggal di asrama.
“Keadaan seperti ini kami rasakan sejak Desember 2023. Sulitnya air bersih selama sebulan terakhir adalah yang terparah yang pernah saya alami,” ujar Olga selasa, 23 januari 2024 ke media ini.
Selain itu, Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan utama krisis air bersih tersebut diduga karena adanya pipa pengairan yang mengalami kerusakan dan belum diperbaiki, sehingga mengakibatkan terhentinya aliran air di sebagian wilayah.
Sebagai mahasiswa dan warga kota Ruteng, Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, khususnya PDAM Tirta Komodo Ruteng, segera mengambil tindakan cepat pada permasalahan ini, sehingga keadaan bisa kembali normal.
“Kami berharap Pemda Manggarai melalui PDAM segera mengambil tindakan cepat dalam penanganan air bersih di kota Ruteng. Kami membayar Rp20 ribu setiap bulan, tentunya kami juga berhak untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik,” tandas Olga
(azis)













