Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Menghadapi Ancaman Serius Dari Potensi Gempa Megathrust Dengan Kekuatan Magnitudo 8,5 yang Diperkirakan Dapat Terjadi Kapan Saja

Faktadelik.com, PALU SULTENG – Sulawesi Tengah, khususnya wilayah utara seperti Toli-Toli dan Buol, kini tengah menghadapi ancaman serius dari potensi gempa megathrust dengan kekuatan magnitudo 8,5 yang diperkirakan dapat terjadi kapan saja

Dalam menghadapi ancaman ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah bergerak cepat untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring, mengungkapkan bahwa BPBD telah menyiapkan serangkaian langkah penting untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan posko-posko darurat di wilayah rawan bencana serta penetapan jalur evakuasi yang jelas.

“Kami tidak ingin lengah. Pembentukan posko ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalkan dampak jika gempa megathrust benar-benar terjadi,” tegas Andi Sembiring, Jumat (16/08/2024).

Sebagai informasi, BPBD Sulteng sebelumnya telah memperingatkan adanya ancaman gempa besar yang berpotensi menghantam wilayah Tolitoli dan Buol dengan kekuatan mencapai magnitudo 8,9. Ancaman ini dipandang serius mengingat gempa megathrust merupakan gempa subduksi yang dapat menyebabkan tsunami dahsyat.

Sulawesi Tengah telah dikenal sebagai daerah rawan bencana, termasuk gempa bumi. Tragedi gempa dan tsunami pada 2018 menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan mitigasi bencana.

Andy Sembiring menegaskan bahwa “aspek-aspek mitigasi selama ini diabaikan. Pemerintah lupa bahwa Sulteng punya jalur sesar yang aktif dan bisa bergerak kapan pun tanpa memberi isyarat.”

Andy juga mengingatkan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi dampak dari gempa besar adalah dengan meningkatkan mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Sulteng tidak pernah aman dari ancaman bencana. Tiga tahun pascagempa 2018 sudah banyak pura-pura lupa. Semua pada sibuk memanipulasi dunia dan melupakan aspek mitigasi,” ujarnya./*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *