Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Merasa Dirugikan, Islawati Sabale Bantah Keras Pemberitaan di Media Yang Menyeret Namanya

Faktadelik.com, Waisai Raja Ampat –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Raja Ampat (DPRK) Periode 2019-2024, Islawati Sabale angkat bicara akibat namanya terseret dalam pemberitaan yang mana diketahui media tersebut tidak mengkonfirmasi dirinya. Hal ini di sampaikan Islawati saat ditemui awak media di kediamannya, jumat 23 februari 2024 malam.

Dikatakan islawati saat di wawancarai, dirinya merasa sangat di rugikan apalagi disebutkan dalam media tersebut adanya dugaan indikasi pergeseran suara sejak pemilihan umum tanggal 14 februari 2024 lalu hingga pleno saat ini dan menyeret namanya.

“Pengetahuan saya tanpa dikonfirmasi, dan ini sangat merugikan saya. Kemudian indikasi pergeseran suara seperti yang diberitakan itu saya tidak tahu apapun. Berita yang saudara “NU” naikkan ini sangat merugikan saya sebagai caleg yang hari ini juga sedang menunggu hasil pleno untuk keseluruhan Dapil, terkusus Dapil 2 Raja Ampat”, Beber Islawati

Lebih lanjut, Islawati menegaskan bahwasanya di internal Partai Demokrat semua baik adanya. Dirinya dan sesama caleg serta rekan lainya saling menjaga satu sama lain, sehingga apa yang di sampaikan melalui media tidak benar. Dan hingga saat ini semuanya fokus untuk mengawal suara dari semua caleg di 3 dapil hingga hasil akhir nanti.

“Saya pastikan bahwa di internal kami semua baik. Kami semua aman, dan Kami semua saling menjaga untuk mengamankan suara kami, sehingga hal-hal yang kami tidak inginkan yang di luar dari luar kami itu tidak ada, dan sampai hari ini kami masi mengawal suara, karena tentunya kita harus mengamati”, Terang Islawati

Olehnya, Islawati menyayangkan apa yang telah di sampaikan melalui salah satu media online yang menyebut adanya dugaan indikasi pergeseran suara. Islawati, DPRK aktif sekaligus Caleg di dapil 2 tersebut juga meminta maaf kepada segenap pimpinan dan pengurus Partai Demokrat, Baik DPP, DPD dan DPC atas apa yang telah diberitakan di media dan telah menyeret nama besar Partai.

“Pertama saya mohon maaf kepada Pimpinan DPP, Ketua DPD Papua Barat Daya, Ketua DPC di Kabupaten Raja Ampat dan seluruh pengurus Partai dan Simpatisan di wilayah Raja Ampat atas apa yang disampaikan melalui media”, Ungkap Islawati

Sembari itu, akibat pemberitaan yang dinilai merugikan dirinya secara pribadi dan partai secara organisasi, Islawati meminta adanya sangsi dari Dewan Pers kepada oknum wartawan “NU” karena telah melanggar Kode Etik Jurnalistik, seperti tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Kode Etik Jurnalistik.

“Saya meminta supaya saudara “NU” ditegur dari dewan pers, bila perlu ada sangsi berat karena hal ini sangat merugikan saya secara pribadi dan partai. Kemudian hal itu juga sudah sangat bertentangan dengan kode etik jurnalistik”, Tutup Islawati Sabale.(Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *