Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Pameran Karya “Rancangan Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal”

Faktadelik.com, Enrekang – Selasa 10 Februari 2026, Dalam rangka memperingati pencapaian murid SMA Negeri 2 Enrekang pada kelas XII 7 mengadakan pameran dengan tema “Rancangan Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal”. Pameran ini merupakan hasil dari tugas mata pelajaran Sosiologi yang berfokus pada pemberdayaan komunitas. Pengampu mata pelajaran, Salmiati, S.Sos., merasa bangga dengan hasil karya orisinil yang telah dibuat oleh para siswa.

Menurut Salmiati, Berikut adalah beberapa karya yang ditampilkan dalam pameran murid :

1. Kerupuk Dangke Mace
Kerupuk ini dibuat dari dangke, yaitu makanan tradisional khas Enrekang yang terbuat dari susu sapi atau kerbau. Inovasi ini menambah nilai ekonomi dan memperkenalkan dangke ke masyarakat yang lebih luas.
2. Pisang Sekke
Pisang ini diolah dengan teknik khusus sehingga menghasilkan camilan yang lezat dan bergizi. Produk ini memanfaatkan pisang lokal, menjadikannya lebih bernilai.
3. Mata Air Kita
Sebuah proyek yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan sumber mata air lokal. Proyek ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga menyediakan akses air bersih bagi masyarakat.
4. Fresh Flower (pembibitan bunga)
Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan usaha pembibitan bunga yang memanfaatkan tanah lokal yang subur. Selain meningkatkan estetika lingkungan, proyek ini juga membuka peluang usaha baru.
5. Jagung Manis Macanning
Produk ini mengolah jagung lokal menjadi camilan manis yang digemari berbagai kalangan. Inovasi ini meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian jagung.
6. Cukis

Cukis adalah kue tradisional yang diberi sentuhan modern dalam bentuk dan rasa. Proyek ini menunjukkan bagaimana kue tradisional dapat beradaptasi dengan selera masa kini.

Pameran ini tidak hanya menampilkan kreativitas dan inovasi para murid, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kearifan lokal dapat diangkat dan diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan arahan dari Salmiati, S.Sos., murid berhasil mengimplementasikan konsep pemberdayaan komunitas dalam karya nyata yang berdampak positif.

Semoga pameran ini menginspirasi banyak pihak untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi lokal,ungkap Sukayono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *