TANJUNGBALAI – Guna mengantisipasi kelangkaan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Polres Tanjung Balai bersama jajaran gencar melakukan pengamanan serta pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Kota Tanjung Balai, Sabtu (30/5).
Pengamanan ketat ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada pengendara berjalan dengan tertib, sekaligus mengantisipasi adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Kapolres Tanjung Balai AKBP Welman Feri, SIK, MIK, menyampaikan bahwa kehadiran polisi di SPBU bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya antrean panjang yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
“Kami memastikan proses pengisian BBM berjalan lancar. Berdasarkan pantauan personel di lapangan, situasi di seluruh SPBU yang dijaga terpantau aman, tertib, dan tidak ditemukan adanya warga yang membeli BBM menggunakan jerigen tanpa izin,” ujarnya
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian situasi, personel, dan ketersediaan stok BBM di empat titik SPBU Kota Tanjung Balai SPBU 14.213.217 (Jl. Yos Sudarso, Teluk Nibung), SPBU 14.213.232 (Jl. Sudirman Km 7, Datuk Bandar), SPBU 16.213.202 (Jl. Garuda), SPBU 14.213.265 (Jl. Letjend Jend. Sudirman)
Secara keseluruhan, stok BBM di Kota Tanjung Balai dipastikan dalam aman dan mencukupi untuk melayani kebutuhan kendaraan masyarakat.
Secara keseluruhan sampai pukul 20.00 wib, situasi Kamtibmas di seluruh SPBU dan SPBN Kota Tanjung Balai dilaporkan aman, tertib, dan kondusif dan Tidak ada antrian yang berarti
Petugas memastikan pelayanan pengisian BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar berjalan tertib tanpa kepanikan masyarakat (panic buying).













