Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Refleksi Sumpah Pemuda di era 3 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, PMII Makassar Menggelar dialog

Faktadelik.Com,Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar menggelar Dialog Refleksi Sumpah Pemuda dalam Gerak dan Paradigma pemuda di era 3 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin di Roemah Djoeang.(21/10/22)

Agar berjalan kondusif dan lebih aktif maka jumlah peserta yang diundang hanya 50 pemuda yang merupakan kader PMII Cabang Makassar.

Ketua PMII Cabang Makassar Muhammad Ilham yang disapa kerap disapa ilo menegaskan beberapa persoalan yang perlu didiskusikan persoalan pemuda.

“dialog ini kita lakukan sebagai awal wacana sumpah pemuda yang bertujuannya untuk mengembalikannya dan menyebarkan informasi di kampus masing-masing. Maka dalam kegiatan hari ini sangat perlu dalam pengembangan wacana kader PMII.”, ujarnya

“Mudah-mudahan kita bisa melahirkan ide dan gagasan dalam gerakan pemuda, khususnya di Kota Makassar.”, tutup ilo pada sambutannya

disamping itu, Putra Bangsawan Pemuda dari Luwu Utara dan salah satu tokoh pemuda yang berkecimpung di Organisasi KNPI Kota Makassar sebagai salah satu narasumber menyampaikan Prestasi Presiden demokrasi Indonesia di era Jokowi-Ma’ruf.

” Ini rezim kedua yang menggandeng KH.Ma’ruf Amin menyoroti 3 hal demokrasi, penegakan hukum, ekonomi. Prestasi Persoalan pada Demokrasi Indonesia mengalami penurunan dan sekarang berada pada urutan 52. persoalan demokrasi kita mempunyai asas tersendiri. tidak berkiblat dengan barat.”, Ujarnya

” Demokrasi kita bukan demokrasi partisipatoris tapi prosedural. Era Jokowi-Ma’ruf konflik antar agama semakin menurun.”, Tegas Putra

” namun pada kuartal indonesia naik 5,44%. pemerintah masih gagal dalam peningkatan ekonomi seharusnya 8%. dua faktor ekonomi menurun yang pertama pola hemat belanja pemerintah sehingga mengakibatkan konsumsi rumah tangga berkurang akan tetapi Indonesia masih kebal resesi buktinya daya beli kita masih tinggi. dan yang kedua penegakan hukum
penanganan Indonesia masih kurang jelas. UU yang terbangun pada masa Jokowi hanya pada pencegahan.” tutup Putra

Gambaran lain disampaikan Sabhadin pemuda salah satu kader Gusdurian Makassar dan LAPAR sebagai narasumber pada dialog Refleksi sumpah pemuda

” dalam gerak pemuda dahulu kenapa gerakannya sangat radikal karena mereka menghadapi eksploitasi dan kolonialisme.”, Ucapnya

” ada banyak variabel mengapa pemuda tidak melakukan gerakan radikal, pertama karena penindasan dan penjajahan tidak terlihat secara jelas dan kedua penyatuan pemuda sangat sulit karena banyaknya persoalan yang dihadapi dan sangat kompleks. jika dahulu jelas kita melawan kolonialisme, pada orde baru kita melawan rezim soeharto. tapi, sekarang apa yang kita hadapi?.”, Tegasnya

” Pemuda sekarang banyak membahas tentang peristiwa, tapi tidak melihat akar permasalahan sosial yang ada.”, ujar Sabhadin

” Tawaran saya adalah bagaimana kita melihat adanya masalah kemanusiaan. pertama paradigma bagaimana pemuda masuk dalam ranah politik dan yang kedua paradigma sangat bergantung pada senioritas.”, Lanjut Sabhadin

” mari kita tentukan musuh bersama kita.”, tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *