Berita  

Renovasi Pagar Kantor Wali Kota Sorong, Ketua GMNI: Bukan Program Prioritas

Sorong – Renovasi pagar kantor wali kota sorong kembali jadi sorotan publik, hal ini juga turut di kritisi ketua DPC GMNI Kota Sorong, Angky Dimara.

Disampaikan kepada media ini melalui rilis yang di terima via whatsApp, Angky mengatakan masih banyak pembangunan yang harus di prioritaskan misalnya, saat ini kantor lurah masih banyak yang berstatus kontrak, ada juga sekolah dasar yang perlu di perbaiki, banyaknya puskesmas yang minim fasiltas, penanganan banjir yang masih jauh dari harapan, dan masih banyak hal lain yg lebih urgent.

“Masyarakat Kota Sorong ini rata-rata masih dibawah angka kemiskinan, sehingga layanan publik yang seharusnya menjadi fokus utama, baik itu puskesmas, kantor lurah tetapi juga gedung sekolah yang perlu di perbaiki, namun Pj Wali Kota Sorong lebih mengutamakan renovasi pagar kantor walkot, Ini kan aneh”, Papar Angky (18/7/2023)

Sembari kritisi renovasi pagar, Ia juga menduga anggaran yang digunakan dalam pembangunan atau renovasi tersebut tidak masuk dalam DIPA namun di paksakan perencanaan hingga pembangunannya.

“Saya Ingatkan Pj Wali Kota Sorong dan Kadis PU, jangan tabrak aturan ya, penggunaan anggaran dalam setiap program pembangunan pasti ada mekanisme, sehingga kami berharap Pj WalKot Sorong dan kadis PU harus tertib dan sesuai mekanisme. Kalaupun ada kebijakan penggunaan anggaran maka saya pikir itu untuk hal-hal yang urgent bukan renovasi pagar kantor wali kota”, tegas Angky.

Lanjut, selain kritisi renovasi pagar kantor walkot, Angky juga kembali mengingatkan pemkot sorong terkait penanganan kebersihan kota yang selama ini dinilai tidak efektif, ia juga mengatakan saat ini kota sorong adalah ibukota provinsi Papua Barat Daya sehingga kebersihan kota juga menjadi fokus utama Pemkot sorong.

“Datang dengan visi; Kota Sorong Kota BERIMAN, namun nyatanya masih banyak sampah yang berserakan di kota sorong karena minimnya tempat pembuangan sampah. Kalau nggaran renovasi pagar itu di pakai untuk penanganan sampah di kota sorong, mungkin itu jauh lebih bermanfaat ketimbang di gunakan untuk merenovasi pagar kantor wali kota”, tutupnya. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *