Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Siswa dan Guru di Manggarai Timur Hadapi Tantangan Sinyal saat Simulasi ANBK

Faktadelik.Com, Manggarai Timur, NTT-Simulasi ujian asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di Sekolah Dasar Inpres Sopang Rajong, Kecamatan Elar Selatan, mengalami kendala serius akibat jaringan internet 4G yang tidak stabil. Untuk mendapatkan sinyal yang memadai, sembilan siswa dan guru terpaksa berjalan kaki selama dua hingga tiga jam melewati kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.

Kepala Sekolah Kristianus Sinduk menjelaskan bahwa mereka awalnya mencoba mengakses sinyal di SDI Ndangi. Namun, jaringan internet 4G di sekolah tersebut sangat sulit dan tidak stabil.

“Makanya, kami memutuskan untuk mencari sinyal 4G dengan menempuh perjalanan 2-3 jam,” ujar Kristinus.

Maria Ani,salah satu pendamping siswa SDI Sopang Rajong, menyatakan bahwa untuk mendapatkan sinyal yang stabil ia dan siswa harus menempuh lembah dan mendaki bukit di tengah hutan.

“Simulasi ANBK pertama dilaksanakan pada 14 Oktober 2024. Meskipun harus mencari sinyal di kawasan hutan, pelaksanaan simulasi pada hari pertama berjalan aman,” ujarnya.

“Saat simulasi itu, kami menggunakan laptop. Kami tidak putus asa meskipun mengalami kesulitan jaringan internet 4G di sekolah. Kami terus berupaya mencari sinyal di daerah perbukitan di kawasan hutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ani juga mengungkapkan bahwa di sekitar SDI Sopang Rajong terdapat tower Telkomsel BAKTI, namun jaringan tersebut tidak dapat terhubung dengan aplikasi di laptop.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Manggarai Timur, Bonifasius Sai, saat dikonfirmasi, mengakui bahwa Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, masih merupakan daerah blankspot yang belum terkoneksi jaringan telekomunikasi.

“Kemarin, siswa dari SDI Lengko Munda juga mencari sinyal internet 4G di kawasan hutan Limbong untuk simulasi geladi ANBK,” ujarnya.

Bonifasius menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu, di Desa Gunung Baru dibangun BTS dengan jaringan Excel. Namun, karena masalah tanah, BTS tersebut dipindahkan ke Desa Nanga Mese, Kecamatan Elar Selatan.

Terkait BTS BAKTI di Sopang Rajong, Bonifasius menambahkan bahwa kapasitas jaringan BTS tersebut hanya 4 megabits (MBS), sehingga tidak dapat menjangkau jaringan handphone dan laptop.

“Saya dengar Kemenkominfo RI akan menambahkan kapasitas jaringan BTS BAKTI di seluruh Manggarai Timur pada 2025,” tutupnya.

*(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *