Faktadelik.Com-Gerakan Revolusi Demokratik [GRD] Komite Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah mengajak dan mendukung penuh tindakan masyarakat Banggai Kepulauan dalam penolakan tambang batu gamping.
Hal itu disampaikan langsung oleh Amrin,selaku ketua GRD Komite Kabupaten Morowali. Rabu,15 Mei 2024 kepada media ini.
GRD Memberikan seruan dan mengajak seluruh organisasi Mahasiswa,masyarakat dan pemuda yang ada di wilayah Sulteng untuk bersatu menolak tambang batu gamping,agar tidak masuk beraktivitas di Kabupaten Bangkep Sulawesi Tengah
Disampaikan Amrin bahwa gerakan penolakan tambang batu gamping ini sudah dilakukan sejak september tahun 2023 lalu. Sejak 1 desember 2023 lalu, data yang ada di Minerba One Map Indonesia sudah ada sekitar 29 perusahaan yang memiliki Izin seluas 3.174, 79 hektar. Dari 29 tersebut terdapat satu perusahaan yang mendapat izin Operasi Produksi (OP), sementara ada 28 perusahaan izinnya masih berstatus pencadangan.
“Salah satu Perusahaan yang telah memiliki izin OP yaitu perusahaan yang berada di desa Apal, kecamatan Liang, dengan nama perusahaan, PT. Aurora Cahaya Lestari,” ungkap Amrin
Lanjutnya “Tentunya dengan adanya Izin-Izin tambang di Bangkep, sebelum semua terlambat kita harus masif melakukan perlawanan untuk menolak tambang batu gamping agar tidak masuk ke Bangkep,” tegasnya
Kata Amrin, Kekhawatiran masyarakat Bangkep saat ini sangat jelas jika mereka mereka tidak menginginkan adanya terjadi kerusakan lingkungan yang cukup parah dikemudian hari. Belum lagi kerusakan terhadap ekosistem karst dan keragaman hayati yang ada di darat atau dilaut yang akan ikut terancam nantinya.
“Yang paling parah jika masyarakat harus kehilangan mata pencaharian mereka,sehingga langkah penolakan ini adalah upaya menyelamatkan alam Banggai Kepulauan dari perampasan ruang hidup dan ruang aman masyarakat Bangkep. Terkhusus, generasi yang akan datang,” ujar Amrin
Tidak hanya itu,kata Amrin Sulawesi Tengah saat ini sedang dalam kepungan tambang dari beberapa daerah. Dengan banyaknya aktivitas pertambangan tersebut satu persatu dampak mulai tidak bisa teratasi.
“Setiap hari masalah yang terjadi terus bertambah diwilayah pertambangan,seperti daerah, Morowali, Morowali Utara, Dongala,dan beberapa daerah lainnya. Tentu hal ini menjadi tolak ukur kita bersama secara khusus pemerintah Provinsi Sulteng untuk tidak memasukan tambang pada daerah-daerah yang sama sekali belum tersentuh dengan aktivitas pertambangan,” tandas Amrin
Lanjutnya lagi “Jika Pemprov Sulteng dan pemerintah di setiap daerah tidak serius menyelamatkan Sulteng dari ancaman tambang, maka masyarakat dan seluruh organ pemuda mahasiswa akan ambil kendali untuk melawan demi ruang hidup yang lebih aman dan alam tetap terjaga.” tutupnya.
*(red)














