Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS
Berita  

Tidak Puas Dengan Pelayanan RSUD Raja Ampat, Barce Yapen : Keadaan Urgent, Dokter Yang Bersangkutan Masih Belajar di Luar Kota

Faktadelik.com, Raja Ampat PBD – Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Raja Ampat kembali di soroti masyarakat kerena dianggap minim pelayanan, hal tersebut di sampaikan oleh Barce Yapen.(02/11/2023)

Barce Yapen merupakan Sekretaris Kampung Meosmanggara Distrik Waigeo Barat Kepulauan yang beberapa hari lalu melarikan istrinya ke RSUD Kabupaten Raja Ampat di waisai dengan harapan mendapatkan penanganan intensif, namun sesampainya di waisai pihak Rumah Sakit mengeluarkan rujukan ke sorong dan selanjutnya menjalani Operasi di RS Kasih Herlina, dua hari setelah menjalani Operasi Caesar bayinya meninggal dunia.

“Saya selaku warga masyarakat sangat kecewa dengan pelayanan di rumah RUSD raja ampat. Kami dari kampung datang untuk harus di layani malah di rujuk ke sorong, dalam keadaan darurat seharusnya langsung di tangani supaya tidak membuang waktu dan cepat tertolong, bukan di rujuk lagi”. Ungkapnya dengan nada kecewa.

Bukan hanya soroti tingkat pelayanan, Barce juga menyoroti tenaga kedokteran yang sangat terbatas, terlebih dokter bedah. Pasalnya, Barce melarikan istrinya agar mendapatkan penanganan langsung oleh dokter bedah, namun istrinya terpaksa di rujuk ke Sorong karena bagian pembiusan sedang tidak ada di tempat sesuai penyampaian pihak RSUD Raja Ampat.

“Masyarakat datang dari kampung, dalam situasi yang urgent dengan harapan bisa cepat di tangani agar tertolong tapi kalau yang punya bagian tidak ada ditempat begini maka peluang untuk tertolong sangat kecil, di tambah juga dari sisi ekonomi juga tidak mendukung, trus di rujuk ke Sorong, kira-kira biaya dari mana?”,

Barce menyangkan kualitas tenaga kesehatan di RUSD yang bertolak belakang dengan biaya yang dianggarkan oleh Pemda raja ampat setiap tahun yang bernilai milyaran rupiah untuk peningkatan pelayan kesehatan masyarakat namun faktanya, tidak ada kemajuan.

“Setahu saya, anggaran untuk peningkatan pelayanan kesehatan di raja ampat ini sangat besar. Dan kalau tidak salah, kesehatan ini salah satu yang menelan APBD paling besar setiap tahun, tapi dari tahun ke tahun pelayanan kesehatan di RUSD tidak pernah meningkat, begitu-begitu saja, yang ada sangat menurun”.

Lanjut, dirinya mengatakan tenaga dokter di RUSD raja ampat terkesan banyak mengikuti pelatihan dan peningkatan potensi diri, namun mutu pelayanan sangat minim.

“Saya pikir kita punya kabupaten ini juga harus setara dengan daerah lain, terlebih khusus profesi Dokter. Kabupeten Raja Ampat terdiri dari 117 kampung, kalau dokter bedah hanya satu, apakah bisa.? Saya pikir itu sesuatu yang lucu. Saya minta Pemda fokus dan serius menangani persoalan-persoalan macam ini, jangan tidur. Nanti di kritik baru klarifikasi sana sini”.

Sementara itu Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi L Maspaitella.S.Gz.MM saat di konfirmasi media ini, pihaknya membenarkan hal tersebut. Dimana pasien terpaksa di rujuk karena tenaga yang melakukan pembiusan sedang tidak ada di tempat.

“Memang kondisinya sudah tidak baik, dan karena bayinya kembar pasian harus di SC, sedangkan tenaga yang membius posisinya masih ada di luar kota dan hari senin baru bisa datang, sehingga kami rujuk ke sorong”, terangnya.

Meidi juga mengatakan, selain membuat rujukan, petugas dari pihaknya langsung mendampingi pasian ke RS Herlina sorong untuk selanjutnya mendapatkan pertolongan.

“Nah setelah tiba di sorong, jam 10 malam dokter kandungannya telepon saya bahwa kondis pasien tidak baik. Kemudian langsung di lakukan SC dan anaknya kembar, dan memang ibunya mengalami pendarahan dan akhirnya dirawat di ICU”.

Kemudian kata Meidi, untuk bayi kembar tersebut, setelah SC kondisinya memburuk sehingga di larikan ke RSUD kilometer 22 untuk mendapatkan perawatan intensif pukul 04:15 WIT.

“Jadi kondisi lahir itu semua dalam kondisi ibu hidup, kedua bayi hidup, namun semuanya dalam kondisi emergency. Kalau untuk hasil terakhir lagi dari RS kilometer 22 saya belum dapat”, ungkap Meida. (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *