Berita  

Tokoh Intelektual Muda Raja Ampat Tanggapi Pernyataan Charles Imbir Terkait Figur Cagub Provinsi Papua Barat Daya

Faktadelik.com, Waisai – RajaAmpat-Jelang pemilihan umum tahun 2024, beberapa figur yang di sebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur Papua Barat Daya terus bermunculan ke publik, hal ini juga ikut di apresiasi oleh wakil ketua II DPRK Raja Ampat, Charles Imbir.

Di kutip dari berita yang beredar di media, Charles Imbir atau yang akrab di sapa CI menyebutkan, figur-figur yang layak di dorong sebagai calon gubernur PBD, di antarnya Abdul Faris Umlati (Bupati Raja Ampat),Yohanis Momot (PLT PUPR Papua barat) dan Elisa Kambu (bupati asmat)

Menanggapi hal tersebut, salah satu Tokoh intelektual muda raja ampat, Angky Dimara yang juga merupakan aktivis GMNI mengatakan bahwa, kita tidak membatasi hak demokrasi siapapun utuk memilih dan di pilih apa lagi maju sebagai Cagub Papua Barat Daya. Saya juga tidak membatasi Siapapun untuk berargument termasuk saudara Charles Imbir, namun setiap argument harus mendasar. (09/08/2023)

“Jika berdasarkan fakta lapangan, dari beberapa figur yang di anggap layak itu ada beberapa yang tidak punya prestasi apa-apa selama menjabat sebagai Bupati/wali kota dll sehingga kelayakan yang di maksud perlu di pertanyakan, justru ada yang di duga melakukan tindak pidana korupsi pun di anggap layak, inikan lucu.” Tegas Angky kepada media ini.

Lanjut, Angky dalam pernyataannya ia mengatakan bahwa salah satu figur yang perlu di pertimbangkan secara matang adalah bupati Raja Ampat yang selam kurang lebih 10 tahun menjabat namun dinilai tidak membangun raja ampat. Ia menilai bupati raja ampat dalam masa kepemimpinannya perputaran ekonomi kian merosot, biaya pendidikan semakin mahal, pariwisata yang semakin down, dan masih banyak persoalan-persoalan yang terjadi di raja ampat.

“Katakanlah Seperti Bupati Raja Ampat yang juga layak menjadi calon Gubernur papua barat daya menurut mantan ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat, Beliau(Bupati Raja Ampat) selama hampir sudah mau memasuki 2 periode memimpin Kabupaten Raja Ampat tidak ada kemajuan apa-apa, yang ada justru masyarakat di kabupaten raja ampat banyak yang mengeluh, di periode pertama visi dan misinya pendidikan gratis, nyatanya tambah mahal, banyak pedagang yang hijrah karena tidak ada perputaran ekonomi dan persoalan-persoalan lain. Apalagi sdr CI ini juga DPRK raja ampat sehingga beliau tahu betul tentang masalah-masalah yang di hadapi masyarakat raja ampat akibat dari kepemimpinan yang tidak jelas, baik dari Pemerintah tapi juga DPRK raja ampat yang sama-sama tidak jelas” paparnya.

Menurutnya, figur yang layak di dorong menjadi seorang pemimpin harus jelas indikatornya baik itu prestasi dan atau pencapaian dalam memimpin suatu daerah.

“Saya pikir ketika kita dorong seorang figur menjadi calon kepala daerah maka jelas indikatornya adalah prestasi dan pencapaian atau trek recordnya dalam membangun suatu daerah, bukan karena hubungan emosional atau kepentingan politik tertentu.
Selain itu, PBD ini juga masuk daerah otonomi khusus sehingga apa bila di katakan bahwa Abdul Faris Umlati layak jadi Calon Gubernur maka kita pun bertanya kelayakan dari sisi apanya.” Tegas Angky

“Pesan saya saudara CI harus berkaca pada apa yang terjadi di masyarakat raja ampat barulah berargument tentang figur-figur tersebut, karena saudara ini salah satu figur muda raja ampat yang berkompeten dan sebagian besar masyarakat menaruh harapan pada and, jangan sampe ini menjadi efek buruk terhadap keberlangsungan konsolidasi politik Partai HANURA di Kabupaten Raja Ampat di tahun 2024 ini”, Tutupnya (Endi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *