Faktadelik.com, Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi melantik Muhammad Syarifuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026) di Kejagung.
Pelantikan pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung ini juga meresmikan jabatan baru bagi mantan Kajati Sulawesi Selatan, Dr. Sila Haholongan Pulungan.
Beliau turut dilantik menyusul promosi jabatannya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun).
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses penilaian dan pertimbangan yang matang. Beliau mengingatkan esensi penting dari sebuah jabatan.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas,” tegas Burhanuddin.
Lebih lanjut, Jaksa Agung meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk tidak memandang pengambilan sumpah sebagai formalitas semata.
“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.
Di tengah tingginya sorotan publik saat ini, Jaksa Agung menginstruksikan para Kajati di daerah agar berani menangani perkara korupsi strategis secara profesional dan bertanggung jawab.
Namun, ia menegaskan bahwa penegakan hukum tersebut harus senantiasa dilakukan secara tenang, terukur, dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di wilayah masing-masing.
“Transparansi publik juga harus diperkuat melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkelanjutan,” ucap Jaksa Agung.
Dari sisi internal, Jaksa Agung mewajibkan peningkatan pengawasan melekat (waskat) secara ketat guna menutup setiap celah penyalahgunaan wewenang.
“Para pejabat di daerah pun dituntut untuk senantiasa menjaga keteladanan integritas diri serta keluarga melalui pola hidup yang sederhana, tegas, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama, termasuk Bapak Dr. Sila Haholongan Pulungan, atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas.
“Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala. Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah, setiap Amanah yang kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat,” pungkas Burhanuddin.
Rekam Jejak Kajati Sulsel, Muhammad Syarifuddin
Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H., merupakan putra kelahiran Ujung Pandang pada tanggal 4 Agustus 1968. Beliau menyelesaikan pendidikan S-1 Hukum Pidana di Universitas Indonesia dan meraih gelar S-2 Ilmu Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945. Saat ini, beliau menyandang pangkat Jaksa Utama Madya (IV/d).
Karier kepemimpinan beliau di institusi Adhyaksa diwarnai dengan berbagai jabatan strategis. Sebelum memegang tongkat komando sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berdasarkan keputusan tanggal 22 Juli 2026, beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung pada Juli 2025. Setahun sebelumnya, tepatnya pada Mei 2024, beliau mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
Rekam jejak beliau juga tercatat solid dalam ranah pimpinan tingkat wilayah, di antaranya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2023, serta menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara di tahun yang sama. Pengalaman mendalam di bidang tindak pidana khusus turut mewarnai kariernya saat ditunjuk sebagai Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung pada Februari 2022, setelah sebelumnya memimpin sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada awal 2021.
Lebih jauh, kepiawaian beliau dalam penuntutan dibuktikan saat memimpin Sub Direktorat Penuntutan pada Kejaksaan Agung RI di akhir tahun 2019. Pengalaman teritorial tingkat daerah juga dilaluinya dengan matang saat diamanahkan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon pada September 2018, Kepala Kejaksaan Negeri Belawan pada September 2014, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Luwuk pada Juli 2011. Beliau juga sempat mengisi pos Asisten Pembinaan di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017.













