FAKTADELIK.COM, TANJUNGBALAI – Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi Pengurus Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Utara di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Jumat (28/8/2026).
Turut hadir mendampingi, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tanjungbalai Gando Tuah, SH, MAP dan Kabid Budaya Dinas Pendidikan Aryanti Rita Saragih.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Tanjungbalai dan para pendidik sejarah dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Fadly Abdina menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah AGSI yang terus konsisten mengembangkan pembelajaran sejarah di sekolah.
Menurutnya, guru sejarah memiliki peran vital dalam menjaga identitas bangsa dan membangun kesadaran generasi muda agar menghargai perjuangan para pendahulu.
“Sejarah adalah cermin perjalanan bangsa. Guru sejarah bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran kebangsaan anak-anak kita. Pemerintah daerah tentu mendukung setiap langkah positif AGSI,” ujar Fadly.
Fadly menegaskan, tanpa pemahaman sejarah, generasi muda akan kehilangan arah dan jati diri. Karena itu pendidikan sejarah harus dikuatkan agar tidak sekadar hafalan, tetapi menjadi pelajaran hidup.
Sementara itu, pengurus AGSI Provsu menyampaikan sejumlah program kerja ke depan. Di antaranya peningkatan kompetensi guru sejarah melalui pelatihan, seminar, dan workshop.
AGSI juga menggagas pengembangan kurikulum berbasis lokal yang mengangkat sejarah dan budaya Sumatera Utara, khususnya sejarah Kota Tanjungbalai sebagai kota tua di pesisir timur.
Wakil Wali Kota Fadly menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyatakan Pemko Tanjungbalai terbuka untuk berkolaborasi dalam mendukung seluruh program AGSI.
“Generasi muda kita harus paham bahwa identitas dan jati diri bangsa lahir dari sejarah. Jika mereka mengenal dan mencintai sejarahnya, maka mereka akan tumbuh dengan rasa nasionalisme yang kuat,” imbuh Fadly.
Ia juga berharap AGSI dapat menjadi motor penggerak untuk membangkitkan kembali minat pelajar terhadap sejarah nasional maupun sejarah lokal.
Kepala Badan Kesbangpol Gando Tuah menambahkan, penguatan pendidikan sejarah sejalan dengan upaya menjaga stabilitas dan kerukunan di daerah yang heterogen seperti Tanjungbalai.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara AGSI dan Pemko Tanjungbalai untuk membangun kerja sama strategis, agar pendidikan sejarah lebih hidup, bermakna, dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan karakter daerah.
Pewarta: solihin













