Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Pengurus DPW PKS Belum klarifikasi Terkait Kadernya Yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi Anggaran UPPO di Kabupaten Bulukumba, KP GRD: Kami akan Lakukan Demonstrasi Berjilid -Jilid Sampai Kasus Tersebut Tuntas

Faktadelik.Com-Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) kembali melakukan aksi di depan kantor DPW PKS Sulsel rabu,(6/9/2023).

Aksi tersebut diketahui merupakan aksi jilid dua yang dilakukan oleh KP-GRD, terkait adanya polemik kasus korupsi Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) Anggaran Tahun 2022 yang terjadi di kabupaten Bulukumba Sulawesi selatan.

Jendral lapangan aksi Jimi Saputra,yang juga Ketua Umum KP-GRD di depan kantor DPW PKS menyampaikan kekecewaannya. Lantaran pengurus DPW PKS Sulsel yang sampai saat ini belum mengklarifikasi terkait tuntutannya.

Menurutnya salah satu kadernya Andi Akmal Pasuludin, yang saat ini adalah anggota DPR RI Komisi IV diduga kuat terlibat pada kasus tersebut. Apalagi dana yang dikorupsi oleh tiga tersangka yang ada di kapaten Bulukumba tersebut merupakan dana aspirasinya.

” Pengurus DPW PKS seharusnya mengklarifikasi persoalan ini,apalagi ini menyangkut kadernya. Namun realitanya tidak seperti yang kami harapkan,untuk mengklarifikasi saja pimpinan DPW PKS Sulsel tidak mau menemui kami,” Ujarnya

” Sudah dua kali kami hadir disini,namun begitulah pengurus maupun anggota PKS Sulsel tidak menemui kami. Ini sangat diyayangkan apalagi melihat PKS yang selama ini selalu menjadi mitra kritik pemerintah,toh nyatanya takut untuk di kritik,” Terang jimi saat beroasi.

Lebih lanjut Jimi membeberkan bahwa pada kasus tersebut, ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 698.853.200. berdasarkan perhitungan dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) kabupaten Bulukumba.

“Sebelumnya Kejari Bulukumba memang telah menetapkan tiga tersangka pada kasus tersebut, ketiga tersangka yang ditetapkan antara lain ZP yang merupakan pejabat Dinas Pertanian Bulukumba sekaligus ketua tim pengelola UPPO tahun anggaran 2022. Serta, AM dan JN yang merupakan pelaksana kegiatan dalam program UPPO untuk sembilan kelompok tani penerima di Kabupaten Bulukumba.

” Ini sungguh miris,anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rakyat, masih saja ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menyelewengkannya.”

“Tentunya ini menjadi ultimatum bagi Aparat Pengegak Hukum untuk menyelidik kasus ini sampai ke akar-akarnya, siapa -siapa yang terlibat harus di proses hukum. Tandas Jimi

Sebelum bubar dari depan kantor PKS dan bergeser ke Kejati Sulsel, Jimi dan kawan-kawanya Menegaskan akan terus melakukan aksi unjuk rasa berjilid-jilid dengan massa yang besar sampai kasus tersebut selesai.

Sekitar pukul 14.30 Wita mereka bergeser ke Kejati Sulsel di Kejati Sulsel mereka mempertanyakan terkait progres Kejati Sulsel dalam berkordinasi dengan kejari Bulukumba, dan mendorong kejati Sulsel untuk mengambil alih kasus tersebut.

(Azis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *