Faktadelik.com, Enrekang – Selasa 13 Januari 2026 , Kegiatan Rekonsiliasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Reguler Tahap 2 Tahun 2026 memasuki hari kedua dengan semangat yang tinggi di Gedung Guru Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, yaitu dari 12 hingga 14 Januari 2026, khusus untuk Wilayah IX (Pangkep), X (Enrekang, Tana Toraja, Enrekang), dan XI (Palopo, Luwu).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi, Iqbal Nadjamuddin, S.E. Dalam acara pembukaan, turut hadir Tim Keuangan Dinas Pendidikan, Perwakilan Cabang Dinas, Kepala Sekolah, Bendahara, dan Operator. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen penuh dalam memastikan dana BOSP digunakan secara efektif dan efisien.
Para Kepala Sekolah dari jenjang SMA/SMK dan SLB turut serta dalam kegiatan ini dengan peran aktif. Mereka mendampingi dan memantau setiap aktivitas yang dilakukan oleh Bendahara dan Operator. Kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan bahwa proses rekonsiliasi berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tujuan utama dari kegiatan rekonsiliasi ini adalah untuk meninjau dan memastikan kesesuaian antara penggunaan dana BOSP dengan laporan keuangan yang telah disusun. Hal ini penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah X (Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang), Tien Suharti, S.Pd., M.Si., memantau dan bertemu langsung dengan para kepala sekolah, Bendahara, dan Operator dari Wilayah X.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait dalam pengelolaan dana BOSP. Selain itu, hasil dari rekonsiliasi ini juga menjadi dasar untuk penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dana pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut, ungkap Sukayono. (*)













