FAKTADELIK.COM, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus digitalisasi ekonomi kreatif, sebuah startup asal Makassar bernama Qualoka mencoba mengambil jalan berbeda. Bukan sekadar menjual produk, perusahaan ini ingin menghubungkan cerita, budaya, dan kenangan dari berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan souvenir Nusantara.
Dari miniatur Tongkonan khas Toraja, rumah gadang dari Sumatera Barat, hingga berbagai kerajinan tangan daerah lainnya, semuanya diproyeksikan masuk dalam satu ekosistem digital bernama Qualoka.
Direktur PT. Qualoka Natura Ars, Indra, mengatakan perusahaan yang dibangunnya tidak hanya fokus pada bisnis penjualan souvenir, tetapi juga membuka ruang baru bagi para pengrajin lokal untuk bertemu langsung dengan pasar nasional hingga internasional.
“Selama ini banyak produk khas daerah yang bagus, tetapi hanya dikenal di lokasi wisata tertentu. Kami ingin produk-produk itu bisa ditemukan siapa saja, kapan saja,” ujar Indra di Makassar, Senin (25/05/2026).
Menurutnya, Qualoka hadir sebagai startup wisata yang menggabungkan informasi destinasi, promosi budaya, hingga marketplace khusus souvenir dan aksesoris khas daerah.
Konsep tersebut lahir dari keresahan melihat banyak pengrajin lokal kesulitan memperluas pasar karena keterbatasan akses promosi dan distribusi.
“Pengrajin sebenarnya punya kualitas. Mereka hanya butuh ruang untuk menjual dan memperkenalkan produknya lebih luas,” katanya.
Melalui platform yang tengah dikembangkan, para pengrajin nantinya dapat membuka toko sendiri secara digital dan memasarkan produknya langsung kepada konsumen tanpa harus bergantung pada tengkulak.
Tidak hanya itu, wisatawan yang pernah berkunjung ke suatu daerah juga tetap bisa membeli kembali souvenir khas daerah tersebut secara online meski telah kembali ke kota asal mereka.
“Souvenir itu bukan hanya barang. Di dalamnya ada kenangan perjalanan, ada cerita, ada rasa ingin kembali ke tempat itu,” tutur Indra.
Qualoka sendiri saat ini mulai membangun jaringan kerja sama dengan pengrajin dari berbagai wilayah Indonesia. Targetnya, marketplace tersebut dapat menjadi etalase digital produk UMKM dari Sabang sampai Merauke.
Selain menampung produk pengrajin lokal, Qualoka juga tengah menyiapkan lini produk dengan merek sendiri yang telah memiliki legalitas merek dagang resmi.
Indra menjelaskan, produk brand Qualoka nantinya akan dirancang dengan konsep modern namun tetap membawa identitas budaya lokal Indonesia.
“Kami ingin produk lokal tampil lebih elegan, punya packaging yang bagus, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, Qualoka juga memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai strategi pemasaran utama. Website, marketplace, TikTok, Instagram, hingga Facebook dipersiapkan menjadi jalur promosi sekaligus transaksi.
Meski baru berkembang sebagai startup, Qualoka optimistis dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM.
Indra berharap kehadiran platform tersebut tidak hanya memberi dampak ekonomi bagi pengrajin lokal, tetapi juga membantu memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada wisatawan dunia.
“Indonesia kaya akan budaya dan kerajinan. Tugas kita sekarang adalah bagaimana membawa semua itu masuk ke ruang digital agar bisa dikenal lebih luas,” pungkasnya (*)













