FAKTADELIK.COM, BANTAENG – Banjir kembali melanda Kabupaten Bantaeng selama dua hari berturut-turut, pada Minggu (30 November 2025) dan Senin (1 Desember 2025), memicu kritik keras terhadap pemerintah daerah. Alif, Ketua Cabang Balla’ Tujua Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB Raya), menilai pemerintah daerah telah gagal total dalam mengantisipasi bencana yang seharusnya bisa diprediksi sejak lama.
Alif menyatakan bahwa banjir yang terus berulang menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah bekerja tanpa arah dan urgensi. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus terkejut dengan banjir yang menjadi masalah tahunan ini. “Ini bukan lagi sekadar ketidakseriusan, tetapi kegagalan nyata pemerintah daerah dalam melindungi warganya,” tegasnya.
Ia menilai pemerintah lebih sibuk dengan pencitraan dan seremonial, sementara masalah mendasar seperti perbaikan drainase, pengendalian aliran sungai, perbaikan daerah resapan, dan penegakan tata ruang justru terabaikan. “Pemerintah tampaknya lebih nyaman dengan tindakan reaktif, yaitu datang setelah warga menjadi korban, memberikan bantuan seadanya, lalu menghilang tanpa memberikan solusi. Pola ini tidak hanya tidak efektif, tetapi juga menunjukkan lemahnya kapasitas manajerial mereka,” imbuhnya.
HPMB Raya Cabang Balla’ Tujua menuntut pemerintah daerah untuk membuka secara transparan semua program pengendalian banjir yang telah dijalankan selama ini, termasuk alokasi anggaran dan realisasinya. Alif berpendapat bahwa tanpa transparansi, publik hanya akan melihat pemerintah sebagai pihak yang berlindung di balik alasan dan janji tanpa hasil.
“Jika pemerintah daerah tidak mampu menunjukkan langkah konkret dan terukur dalam waktu dekat, wajar jika masyarakat mempertanyakan kemampuan, komitmen, bahkan kelayakan mereka dalam menangani persoalan krusial seperti ini,” tegas Alif. Ia menambahkan bahwa bencana alam mungkin datang dari alam, tetapi kelalaian dalam penanganannya adalah murni kesalahan manusia.
Dengan kritik yang tajam ini, HPMB Raya Cabang Balla’ Tujua berharap pemerintah daerah Bantaeng segera berhenti menunda, berhenti mencari alasan, dan mulai bekerja dengan serius demi keselamatan warga. (*)













