Faktadelik.Com,Sulbar Mamasa – Pasca bencana tanah retak yang terjadi hari Selasa pada tanggal 08 November 2022 yang mengakibatkan 10 rumah mengalami kerusakan, Kodim 1428 /.Mamasa Serda Jhony dengan personil Babinsa Koramil 1428- 01/Mamasa bersama – sama Babinkamtibmas Mamasa telah dilaksanakan pemantauan Di Lingkungan Limbonglopi, Kelurahan Tawalian, Kecamamtan Tawlaian Kabupaten . Mamasa, Pada hari jumat tanggal 11 November 2022,
.
Anggota kodim.1428/Mamasa Serda Jhoni memgatakan adapun Data pemilik rumah yang Rusak yaitu :

- Nama : Titus Sulo
Jenis rumah : Semi permanen
Kerusakan : Rusak berat (bagian dinding samping dan dapur tanah turun 30 cm) - Nama : Minanga
Jenis rumah : Permanen
Kerusakan : Rusak ringan (retak bagian samping rumah turun sekitar 20 cm) - Nama : Aris Debamba (Mengungsi)
Jenis rumah : Permanen
Kerusakan : Rusak Barat (Retak di seluruh dinding dan bagian dalam ambles sampai 30 cm) - Nama : Sarce
Jenis Rumah : Kayu
Kerusakan : Rusak ringan (retak bagian dapur) - Nama : Bongga Pailling
Jenus rumah : Rumah kayu
Kerusakan : Rusak berat (Rumah miring) - Nama : Mehlior
Jenis rumah : Kayu
Kondisi rumah : Rusak ringan (bagian dapur ambles) - Nama : Jenni Julita
Jenis rumah : Kayu
Kerusakan : Rusak ringan (bagian dapur ambeles) - Nama : Samuel (Sem)
Jenis rumah : Kayu
Kerusakan : Rusak ringan (amles bagian dapur) - Nama : Jefri yatno
Jenis rumah : Kayu
Kerusakan : Rusak ringan (bagian dapur ambles) - Nama : Daud
Jenis rumah : Permanen
Kerusakan : Rusak ringan (Retak bagian lantai dalam)
Masih Serda jhoni mengatakan adapun Kronologi kejadian Selasa tanggal 8 November 2022 sekitar pukul 12.00 wita, terjadi hujan dengan intensitas tinggi samping dengan pukul 17.00 wita terjadi tanah retak secara bertahan hingga mencapai 20 cm sampai dengan 30 cm di 10 rumah warga yang mengalami kerusakan, menurut keterangan warga bahwa semakin lama semakin bertambah luas retaknya.

“Adapun penyampaian Pendapat warga Pelapor Hingga saat ini belum ada himbauan atau rencana relokasi sebagai upaya dalam menangani bencana tersebut sehingga dikhawatirkan jika terjadi bencana tanah longsor dapat menimbulkan kerugian materi dalam jumlah yang banyak bahkan korban jiwa”. Sampai saat ini dinas terkait (Perkim) belum ada ke lokasi.tegasnya
(ARiF )













