Faktadelik.Com- Memperingati Hari Demokrasi Internasional, Aliansi Perjuangan Mahasiswa Indonesia melakukan unjuk rasa di Jln Sultan Alauddin, Kota Makassar Sulawesi selatan.
Dari Pantauan Media Ini, terlihat sejumlah massa menahan mobil dan membakar ban bekas sambil menyampaikan orasinya. Kondisi lalu lintas pun menjadi macet parah hingga batas kota Makassar-Gowa.
Sejumlah mahasiswa yang bergabung dalam aliansi tersebut diketahui terdiri dari dua organisasi diantaranya: Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) dan Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa ( GPAM).
Mereka melayangkan beberapa kritikan terhadap situasi negara Indonesia. Salah satunya terkait kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Salah satu poin kritik utama mereka adalah diterbitkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR-RI beberapa tahun lalu.
Jimi Saputra, selaku jendral lapangan unjuk rasa tersebut dalam orasi ilmiahnya menyatakan bahwa UU Cipta Kerja tersebut realitanya hari ini lebih menguntungkan kelompok oligarki ketimbang pekerja, khususnya para nelayan, petani, buruh/pekerja, dan kaum miskin kota, yang rentan mengalami upaya perampasan tanah atau ruang hidup oleh kaum pengusaha yang didukung oleh penguasa.
” Terbitnya UU omnibus law cipta kerja adalah sebagai upaya untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia dan mengelola sumber daya alam negara. Kebijakan ini tentunya akan memberikan lebih banyak ruang gerak bagi investor asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam, dengan petani menjadi salah satu kelompok yang terancam,” Terang Jimi saat berorasi
Lebih lanjut,Jimi membeberkan beberapa contoh konkret dari terbitnya UU Cilaka itu. Seperti pengusiran masyarakat Rempang di Batam dan masalah terkait dengan pembangunan geotermal di Flores, yang dianggap tidak memperhatikan hak-hak masyarakat adat.
Jimi juga mengkritik aparat negara yang menjadi tameng dari penguasa. Dia menilai bahwa aparat yang seharusnya sebagai pihak penengah, hari ini nyatanya hanya dijadikan sebagai alat intimidasi dan represif oleh pengusaha terhadap masyarakat yang berjuang mempertahankan tanah leluhurnya dari perampasan.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut. Aliansi Perjuangan Mahasiswa Indonesia melakukan aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Demokrasi Internasional. Mereka mengajukan beberapa tuntutan, yang diantaranya:
1.Cabut UU Omnibus Law Cipta Kerja dan wujudkan demokrasi yang sejati di Indonesia.
2. Wujudkan Pendidikan secara gratis.
3. Tolak penghapusan pertalite.
4. Hentikan perampasan tanah masyarakat adat di Rempang Batam.
5. Hentikan kriminalisasi terhadap para demonstran.
(Azis)













