BANNER-MEDIA-KOMINFO-2026

Kadis Perkim Jadi Ujung Tombak Penataan Beting Semelur, Wali Kota Tanjungbalai Targetkan Kampung Warna Warni

FAKTADELIK.COM, TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama sejumlah OPD melakukan peninjauan langsung ke kawasan Beting Semelur, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kamis sore (5/11/2026).

Peninjauan ini merupakan bagian dari rencana besar penataan kawasan Beting Semelur agar lebih tertata, rapi, bersih, indah, dan menjadi salah satu pusat kunjungan warga.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menegaskan persoalan utama yang selama ini membuat kawasan ini terabaikan, yakni belum jelasnya penanggung jawab aset pasca penyerahan dari Kementerian PUPR.

Diketahui, pada tahun 2023 lalu, kawasan Beting Semelur telah diserahkan dari Kementerian PUPR ke Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

“Karena ini sudah menjadi aset daerah, pertanyaan kita siapa yang menjadi penanggungjawabnya, OPD yang mana,” tegas Wali Kota Mahyaruddin saat di lokasi.

Setelah berkoordinasi dengan Asisten dan BPKPD, Wali Kota memutuskan untuk mencatatkan aset tersebut ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Dengan pencatatan itu, Kadis Perkim kini menjadi ujung tombak dan penanggung jawab mutlak pengelolaan kawasan, mulai dari pedestrian hingga empat ruas jalan menuju pedestrian di kawasan tersebut.

Wali Kota menilai, selama kurang lebih tiga tahun sejak 2023, kawasan ini terkesan terabaikan dan belum dikelola secara maksimal.

Untuk itu, Wali Kota meminta Kadis Perkim untuk segera membangun komunikasi, koordinasi dan jaringan dengan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian terkait, guna mencari dukungan pengembangan kawasan.

Selain melalui Kementerian, opsi kedua adalah melalui APBD Kota Tanjungbalai. Wali Kota meminta BPKPD berkoordinasi dengan Banggar agar penataan ini dapat ditampung di APBD TA 2027 atau TA 2028.

“Sesuai harapan saya ini dapat menjadi Kampung Warna Warni, nantinya tidak lagi seperti kita lihat. Nanti kita tentukan warnanya, warna apa yang cocok, tentunya akan kita sesuaikan dengan nuansa Kota Tanjungbalai karena daerah kita khasnya Melayu,” sebut Mahyaruddin.

Opsi ketiga yang disiapkan adalah menggandeng pihak swasta, pengusaha dan investor melalui skema kerjasama untuk percepatan penataan kawasan Beting Semelur.

Lebih jauh, Wali Kota mengungkapkan, tujuan awal Program KOTAKU adalah agar Pemda mengelola kawasan ini untuk menambah pendapatan masyarakat sekitar melalui UMKM. Tanah kosong di kawasan itu direncanakan akan dibangun kios atau gerai UMKM yang dikelola warga.

Dengan berjalannya UMKM, akan ada PAD yang masuk, sekaligus kawasan ini dapat dijadikan lokasi event pariwisata dan olahraga seperti perahu naga dan tarian tradisional, melalui Disporapar dengan menggugah kreativitas anak muda Tanjungbalai.

Wali Kota pun meminta BPKPD segera menyerahkan aset ke Dinas Perkim, dan meminta Camat Datuk Bandar untuk aktif menertibkan kawasan, tidak ada lagi bangunan sembarangan, serta rutin gotong royong bersama Lurah dan Kepala Lingkungan agar kawasan tidak kumuh lagi.

Pewarta: Solihin

Ucapan Hut Tni Pt Masmindo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *