Faktadelik.com, Luwu – Sifat arogansi yang di tunjukkan oleh salah seorang oknum kepala sekolah di salah satu sekolah Negeri yang berada di kecamatan Bajo, kabupaten Luwu benar-benar di luar etika yang sangat tidak pantas dilakukan, apalagi dia seorang pendidik dan sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Bajo, Andi.Rusli seharusnya dapat memberi contoh yang baik kepada orang lain.
Dialami oleh pemimpin redaksi media informasi terkini bersama wartawannya yang hendak ingin melakukan klarifikasi dengan adanya informasi di sekolah tersebut, bahwa di SMPN 1 Bajo Diduga tidak memasang Papan informasi penggunaan dana bos dan penggunaan dana bos diduga tidak Transparan, justru mendapatkan pelayanan yang tidak profesional ketika berkunjung di sekolah tersebut.pada Hari Jumat 6/10/2023
“Setiba kami di sekolah, kami diarahkan satpam untuk mengisi buku tamu, kemudian kami mengisi. Setelah itu satpam mengarahkan kami ke ruang kepala sekolah atas petunjuk kepala sekolah. Kata Sul
Silahkan pak.. langsung kita keruangannya Kepsek, cuman disana ada tamunya” kata satpam Sambil mengarahkan kami sesuai petunjuk Kepsek.ucap Sulaiman
Setelah kami menuju keruangan kepala sekolah tersebut, kami melihat kepala sekolah lagi Ngobrol bersama tamunya, jadi saya bilang, biar saya menunggu di luar saja pak. Nanti setelah pulang Tamunya bapak baru saya masuk, karena sebagai Profesi Jurnalis harus Junjung tinggi kode_ etik, maka kami meminta untuk menunggu diluar saja .tambahnya
“Masuk mko disini, lama ini kalau ini kau tunggu…Masuk Miko sini..awwaah…masuk Miko, anu apa lagi ini” Begitu Bahasa yang dilontarkan Andi Rusli selaku kepala sekolah SMPN 1 Bajo pada wartawan dengan nada AROGAN dan dinilai benar-benar di luar etika yang sangat tidak pantas dilakukan, apalagi dia seorang pendidik.
Usai itu, kamipun duduk di di area tak jauh dari pos satpam, namun tamu yang dimaksud kepsek yang membuat kami lama menunggu, Sehingga kepsek memaksakan untuk masuk keruangan nya, tak lama.. iapun Pulang. Kata Sul
” Dengan Adanya Bahasa yang kurang nyaman dilontarkan oleh seorang kepala sekolah dengan nada AROGAN, kamipun langsung bergeser ke tempat duduk yang dekat dari pos satpam dan tak lama juga Tamu Kepsek Pulang” Tutup sul
Terpisah, Chaerul Selaku aktivis Luwu menanggapi dengan adanya hal tersebut, dirinya sangat menyayangkan perlakuan oknum kepala sekolah tersebut terhadap mitra selaku media. Apalagi wartawan tersebut datang dengan etikad niat baik. Ini sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan. Saya minta pihak dinas pendidikan kabupaten Luwu agar mengevaluasi kepala sekolah tersebut, jika Perlu Copot jabatannya Jadi Kepala sekolah
Chaerul menambahkan, Terkait dengan adanya disekolah tersebut dengan adanya dugaan Penggunaan dana bos yang tidak transparan, nanti kita kawal laporan’nya. Tegas Chaerul. ( Tim )













