Manokwari Papua Barat, – Ikatan mahasiswa pengunungan tengah (IMPT) aktif Selalu Memakai Tradisi Budaya saat Penjemputan Puluhan sukses Wisudawan- wisudawati 30 anggota IMPT keluar dalam Universitas Papua (UNIPA) dan sekolah tinggi ilmu Hukum (STIH) manokwari. Rabu (31/03/2023), dalam penjemputan pada sekitar pukul 13:10 wib selesai.
Badan pengurus IMPT Fransiskus Uti menjelaskan bahwa, wanita yang menggunakan tali angeret (baju adat yang terbuat dari bahan dasar kulit pohon). Wanita juga akan gunakan rumbai hiasan kepala (mahkota) degan mewarnai.
Ada pun anggota yang tidak semua peserta penjemputan gunakan atribut, namun hanya ada beberapa peserta yang memakai historis untuk menunjukan jati diri bangsa papua terletak pegunungan Tenga Papua .
“Busana yang pegang dan aksesoris adalah milik pribadi, dan Penuh rasa semangat, persatuan dan kebersamaan mahasiswa pegunungan Tenga IMPT akan menunjukkan eskpresi mereka dengan berlarian sambil penjemputan dari kampus Universitas terbuka (UNIPA) untuk menuju onani dalam perjalan sepanjang 200 cm untuk menuju sekretariat IMPT degan penuh gembira,” Jelasnya Uti.
Lanjut Uti, adanya Perluh diketahui publik, dalam organisasi IMPT ini dibulatkan dalam penggunaan Tengah lapago dan Meepago bersatu untuk mensukseskan kegiatan wisudawan dan wisudawati degan suasana yang begitu indah.
Selain itu Ada juga memakai aksesoris tambahan lainnya seperti panah, kampak dan wajah yang di coret dengan arang yang menarik melalui penjemputan wisudawan degan penuh cuka cita.
“Bukan hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi bagaimana cara mempertahankan jati diri kebudayaan dan berkembang jati diri,” Katanya Uti.
Sekretaris panitia wisudawan Akumince Gobai menyampaikan bahwa penjemputan Wisudawan-Wisudawati kota studi Manokwari selalu memakai degan tradisi budaya Kote dan moge ini bukan hal baru, tapi sudah terbiasa sebagai tradisi Papua yang terletak pengunungan Tengah.
“Wisudawan-wisudawati dari anggota ikatan mahasiswa pegunungan Tengah (IMPT) yang dapat sukses tahun ini baik itu kampus Universitas Papua maupun swasta kami tetap panitia siap untuk menjemput degan memakai terasi budaya aktif selalu kedepannya,” Ujarnya.
(Oto/ Onil,red)













