Faktadelik.com, Jakarta – Media diminta memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan pelaksanaan program-program pemerintah demi, Hal ini karena media memiliki peran penting sebagai pilar keempat demokrasi dan mitra strategis pemerintah.
“Media bukan sekadar pemberi informasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memastikan program-program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo dapat berjalan sesuai harapan. Kami berharap media mampu memberikan masukan yang konstruktif untuk meningkatkan pelaksanaan program di berbagai lapisan,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam keterangannya terkait kunjungan Direksi Media Jawa Pos di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2024).
Menurut Meutya media memiliki sejarah panjang dalam mendukung pembangunan bangsa.
Dalam konteks Program Kerja Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dia menyoroti poin pertama yang menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan demokrasi harus diwujudkan dengan menjamin kebebasan pers yang bertanggung jawab.
“Kebebasan pers adalah pilar utama dari demokrasi yang sehat. Untuk itu, media memiliki peran vital dalam mengawal nilai-nilai demokrasi sambil terus menjaga integritas dan objektivitasnya,” tuturnya.
Meutya mencontohkan program prioritas seperti kampanye makan bergizi, dapat didukung media dengan memberitakan perkembangan di lapangan secara objektif.
Masukan media dinilai sangat diperlukan untuk memperbaiki pelaksanaan program, terutama di daerah-daerah.
“Kami di pusat mungkin tidak bisa langsung melihat detail pelaksanaan di lapangan. Peran media sangat penting untuk memberikan gambaran yang jelas. Masukan media untuk memastikan keberhasilan program demi masyarakat,” jelas dia.
Menkomdigi juga mengapresiasi media yang tetap bertahan di tengah dominasi media sosial. Meski kompetisi semakin ketat, dia optimistis media konvensional memiliki kekuatan tersendiri, seperti kemampuan menyajikan tulisan secara mendalam dan analisis yang mungkin tidak ditemukan di media digital.
Oleh karena itu, media didorong untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman, sembari tetap menjaga integritas dan kualitas jurnalistik.
“Dengan pendekatan yang konstruktif, saya yakin media terus relevan dan memberikan dampak positif bagi Indonesia,” pungkas Meutya Hafid.
(Red)













