FAKTADELIK.COM, MAMASA – Untuk menyambut Memperingati HUT Kabupaten Mamasa Ke- 22 berbagai kegiatan termasuk karnaval budaya dan beberapa lomba- lomba yang di sediakan Panitia telah selesai dengan aman dan sukses,Hari ini diakhiri dengan Puncak Rapat Paripurna DPRD Mamasa Dalam Rangka Memperingati Hari jadi kabupaten mamasa ke – 22 di Tribun Lapangan Kondosatapa, Senin (11/03/2024).
Dimana kegiatan ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Forkopinda, beberapa pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan beberapa anggota DPRD provinsi Sulbar bersama tamu undangan lainnya .
Dalam sambutan Pj Bupati Mamasa Muhammad Zain menyampaikan 11 program strategis yang disusun sejalan tema HUT Mamasa kali ini yang memasuki era Revolusi Industri 4.0 (The Fourth Industrial Revolution) dan society 5.0 yang mengakibatkan situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity) berdampak pada perubahan ekstrim tatanan sosial politik, ekonomi, dan pendidikan.pemanasan global yang turut mengancam kelangsungan ketahanan pangan, menuntut penanganan yang cepat dan tuntas.tuturnya
lanjut M.Zain Pada sisi lain, kapasitas fiskal daerah belum memadai hingga membuat tingkat ketergantungan Kabupaten Mamasa terhadap Dana Transfer Pusat masih tinggi,Oleh karena itu melalui momen ini, Zain mengajak semua golongan masyarakat berkomitmen keluar dari lingkaran permasalahan yang dihadapi daerah saat ini sesuai dengan tema yang diusung “Mamasa Mamase, Bangkit Lebih Kuať’.ucapnya
“Saya yakin, dengan kejujuran, loyalitas dan dedikasi dalam semangat Mesa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate yang diwariskan oleh leluhur orang-orang Mamasa, tercermin kekayaan budayanya yang adiluhung. Kita akan keluar dan menyambut masa depan Mamasa yang gemilang,” Untuk bangkit lebih kuat, lanjut Zain, pihaknya mencetus beberapa program strategi yang akan dijalankan selama mengisi kekosongan kepemimpinan bupati definitif di Kabupaten
Mamasa.
Adapun program strategis yang dimaksud antara lain;
Mewujudkan Good & Clean Governance, Bersih-Melayani;
Gerakan Mamasa Berliterasi;
Fasilitasi Pasar Murah untuk Ketahanan Pangan;
Pembangunan Posyandu/Pustu Ceria;
Gerakan Mamasa Asri;
Optimalisasi Peran BUMDes;
Gerakan Mamasa Kota Agrowisata;
Pengembangan Smart Farming dan Gerakan Petani Milenial;
Re-Branding Mamasa Kota Kopi;
Pembangunan Pusat Kerajinan dan Ekonomi Kreatif/UMKM;
Pengembangan Seni Budaya dan Masyarakat Adat.
11 program itu menurut Zain, sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, bahwa guna memperkuat ekonomi salah satunya adalah dengan industri hilirisasi.
Masih M.zain Penerapan industri hilirisasi di Kabupaten Mamasa disesuaikan dengan potensi yang ada yaitu sektor pertanian dan potensi pariwisata, hasil-hasil pertanian yang masih berupa material raw diolah menjadi produk turunan akhir bertujuan mengoptimalkan benefit.
Oleh karena itu, perlu memberikan atensi lebih pada sektor pertanian yang dimulai dari desa.
Maka disinilah peran BUMDes sangat diperlukan, karena kekuatan daerah yang sesungguhnya berada di desa.Dengan begitu, terwujud pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa dengan menggerakkan sendi-sendi ekonomi berbasis home industry, ungkapnya.
Selain 11 program tersebut, yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga situasi dan kondisi yang kondusif sebagai persyaratan utama dalam aktivitas pembangunan ekonomi, terutama memberikan rasa aman kepada investor untuk berinvestasi di kabupaten Mamasa.( Rdf )













