POLEWALI MANDAR – Desa Ongko, yang terletak di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kini mengalami kemajuan infrastruktur melalui pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 TA 2023.
Desa Ongko memiliki luas wilayah sekitar 9,14 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1910 jiwa yang tersebar di lima dusun, yaitu Dusun Beru-beru, Dusun Ongko Timur, Dusun Limboro, Dusun Rumbia, dan Dusun Ongko Barat.
Mayoritas masyarakat Desa Ongko adalah petani. Wilayah desa yang dikelilingi perbukitan dan beberapa sungai memberikan potensi bagi masyarakat untuk berkebun dan beternak sebagai penghasilan. Namun, infrastruktur yang belum memadai selama ini menjadi salah satu kendala dalam
konektivitas dan aksesibilitas yang menghambat mobilitas warga dalam menumbuhkan potensi ekonomi desa.
Impian masyarakat Desa Ongko untuk memiliki infrastruktur yang memadai akhirnya terwujud melalui pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 oleh Kodim 1402/Polman. Program ini merupakan sinergi lintas sektoral antara TNI, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan komponen masyarakat,
Kehadiran TMMD di desa ongko telah mengubah mimpi menjadi kenyataan bagi warga desa yang telah lama merindukan perubahan dan pembangunan yang signifikan.
Sebagai bagian dari program TMMD ke-116, sasaran fisik yang telah berhasil dicapai adalah perintisan dan pelebaran jalan sepanjang 1.400 meter dengan lebar 4 meter. Selain itu, pembangunan duiker sebanyak 4 buah juga telah dilakukan untuk memudahkan akses warga desa. Tak hanya itu, pembangunan jembatan dengan ukuran 14 meter x 4 meter juga telah berhasil diselesaikan, yang sangat penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pada program ini juga berhasil menyelesaikan sasaran tambahan berupa rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1 unit, MCK, serta manunggal air berupa pembuatan sumur bor sebanyak 1 unit untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain sasaran fisik, program TMMD ke-116 juga mengupayakan sasaran non fisik yang sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat Desa Ongko. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan hukum untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hukum dan hak-hak mereka. Selain itu, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bahaya narkoba serta paham-paham radikal juga telah dilakukan guna membangun kesadaran dan menjaga keamanan wilayah. Penyuluhan kesehatan dan program Keluarga Berencana (KB) juga merupakan bagian dari program ini untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Selanjutnya, materi Stunting (gizi buruk), Posyandu, dan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) juga diberikan dalam upaya memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.
TMMD ke-116 berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 10 Mei hingga 8 Juni 2023. Selama periode ini, prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemerintah Daerah, dan masyarakat setempat bekerja keras dan bergotong-royong dengan semangat kebersamaan untuk mencapai sasaran TMMD ke-116, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Sinergi lintas sektoral yang terjalin dengan baik antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat telah mewujudkan kemanunggalan yang semakin kuat, sesuai dengan tema program ini.
Dampak dari transformasi Desa Ongko ini tidak hanya terlihat dari perubahan fisik yang terjadi, tetapi juga dari semangat dan kebanggaan yang terpancar dari wajah para warga, Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah dan TNI, serta merasakan manfaat langsung dari pembangunan yang dilakukan.
Sudirman, Kepala Dusun Limboro, Desa Ongko, mengungkapkan rasa gembira dan syukurnya atas pelaksanaan Program TMMD di desanya. Ia menyampaikan bahwa selama ini, masyarakat di desa tersebut menghadapi kendala dalam sarana penyeberangan yang layak, terutama anak-anak sekolah, sering mengalami kesulitan saat harus menyeberangi sungai yang arusnya deras. Mereka bahkan terpaksa libur sekolah karena tidak ada jalur alternatif yang dapat mereka gunakan.
“Dengan dibangunnya sebuah jembatan yang menghubungkan Dusun Limboro dengan Dusun Beru-Beru, Desa Ongko, kini masyarakat kami dapat merasakan manfaatnya”, ujar Sudirman dengan penuh kebahagiaan.
Sekretaris Desa Ongko, Basri, mengungkapkan bahwa, “Sejak adanya Desa Ongko, Inilah jembatan pertama yang dibangun di Desa Ini,”.
“Dengan adanya jembatan ini, kami merasa sangat bahagia dan bersyukur sebagai warga Desa Ongko. Jembatan ini adalah impian kami selama ini,” tambah Basri.
Rahmatia, Salah satu warga desa Ongko, sangat gembira dan berterima kasih atas kehadiran program TMMD yang telah memberikan akses air bersih di lingkungannya. Sebelumnya, mereka harus melakukan mencuci, mandi, dan bahkan mengambil air minum dari sungai yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
“Saya sangat berterima kasih, Pak. Sebelumnya sulit sekali mendapatkan air bersih, terutama saat banjir ketika air sungai menjadi keruh. Sekarang, kami hanya perlu memutar keran dan sudah bisa mendapatkan air bersih,” ucap Rahmatia dengan senyuman.
Kepala Desa Ongko, Sahariah, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada anggota TNI dan Polri yang telah dengan gigih bekerja selama satu bulan penuh untuk membangun Desa Ongko. Ia mengungkapkan bahwa sebelum kehadiran anggota Satgas TMMD, dirinya merasa cemas karena tidak mengetahui bagaimana hubungan antara aparat TNI dan Polri dengan warga akan berjalan. Namun, setelah mereka tiba, mereka terbukti bersahabat dan berhasil menyatu dengan warga setempat seperti keluarga.
Sahariah juga menyampaikan permohonan maaf jika selama keberadaan anggota Satgas TMMD terdapat hal-hal yang mungkin membuat warga merasa tidak nyaman. Ia berharap agar warga tidak melupakan Desa Ongko dan apabila ada kesempatan, anggota Satgas TMMD dapat kembali mengunjungi Ongko. Ia menegaskan bahwa warga akan sangat merindukan kehadiran mereka.
Keterlibatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program ini juga telah membangun kebersamaan dan rasa persatuan yang kuat. Semangat gotong royong terlihat jelas dalam setiap tahapan pelaksanaan program TMMD ke-116. Masyarakat secara aktif terlibat dalam kegiatan pembangunan dan penyuluhan, serta menyambut dengan antusias setiap upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan desa mereka.
Pemerintah daerah melalui Kodim 1402/Polman juga telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah. Sinergi lintas sektoral yang terbangun antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan contoh nyata dari kolaborasi yang sukses dalam mencapai tujuan bersama.
Kasdam XIV/Hasanuddin, Brigjen Dany Budiyanto, S.E,. M.Han, pada acara penutupan TMMD ke-116 Kodim 1402/Polman di lapangan alun-alun Tomadio, Campalagian, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras anggota TNI, aparat pemerintah daerah, anggota Polri, dan komponen masyarakat yang mengikuti kegiatan ini. Ia pun bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses, aman dan lancar.
“Saya juga ingin meminta maaf jika selama pelaksanaan kegiatan ada perkataan atau tindakan anggota TNI yang tidak berkenan kepada masyarakat dan semua pihak yang terlibat,” Kata Kasdam.
Dandim 1402/Polman Letkol Czi Masni Etha Yanurianedhi, M.Tr.(Han) yang juga Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 di desa Ongko, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang sangat mendukung telah memungkinkan penyelesaian semua target utama dan tambahan dalam program tersebut.
“Dengan rasa syukur, semua target berhasil diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Perkembangan yang telah dicapai dalam program TMMD di Desa Ongko tak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh semua pihak, terutama Pemerintah Daerah Polewali Mandar dan seluruh masyarakat Desa Ongko.
Dandim berharap bahwa apa yang telah dibangun oleh Satgas TMMD dapat dipertahankan dan dirawat dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dan kesejahteraan masyarakat Desa Ongko dapat meningkat.
“Harapannya, apa yang sudah dibangun dapat menjadi sarana dan akses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ongko, Kata Dandim.
Transformasi Desa Ongko melalui program TMMD ke-116 telah membawa perubahan positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Desa Ongko kini telah bertransformasi menjadi desa yang lebih maju dan terhubung dengan baik. Program ini tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga membangun kesadaran, pengetahuan, dan semangat kebersamaan di antara masyarakat Desa Ongko. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan kemanunggalan TNI-rakyat yang semakin kuat untuk pembangunan yang berkelanjutan.(Bas)













