Banner Media 2026 LUWU UNGUL BERKARAKTER DAN BERBASIS AGRIBISNIS

Pj Bupati Mamasa Hadiri Kuliah Umum Sekolah Tinggi Teologi Mamasa, Ini Pesannya kepada Mahasiswa

Faktadelik.com, MAMASA – Ketua Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Mamasa menyambut kehadiran Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, DR. Zain, Jum’at (8/3/2024) pagi di Aula STT Mamasa.

Kunjungan Pj Bupati tersebut bertujuan untuk memberikan Kuliah Umum yang mengusung tema: “Moderasi Beragama, Keragaman Budaya dan Local Wisdom di Era Society 5.0”

Perianto P Mesalangi, bertindak sebagai Moderator, memimpin jalannya Kuliah Umum menyampaikan salam terima kasih atas kehadiran Pj Bupati Mamasa.

Ketua Sekolah Tinggi Teologi Mamasa, Stepanus juga memberikan sambutannya dengan rasa syukur kepada Tuhan yang telah mengutus DR. Zain menjadi Pj Bupati Mamasa dan menyempatkan hadir di STT.

“Sekolah tinggi Teologi Mamasa ini sudah berjalan 20 tahun, institusi ini sudah terakreditasi baik, mendapat izin dari Kementrian Agama RI yang notabenenya juga Pj Bupati Mamasa bagian darinya,” kata Stepanus.

“Kehadiran beliau saat ini akan menambah wawasan kita melalui kuliah umum. Karena Pj Bupati kita saat ini selain seorang birokrasi beliau juga akademisi ulung, dan menjadi bagian penting dalam mengambil kebijakan di Kabupaten Mamasa,” imbuhnya.

DR. Zain dalam presentasi kuliah umum, menjelaskan bahwa bertahan hidup di tengah persaingan ketat, pertama kali dicari adalah integritas, knowledge bisa dipelajari. Kejujuran dan integritas dibentuk puluhan tahun, itulah modal utama kita.

Berikut Kuliah umum singkat DR. Zain kepada Ratusan Mahasiswa STT Mamasa yang hadir:

Mungkin kita kalah akses pengetahuan dengan orang lain yang berada di Luar Kota, tapi fahamilah bahwa integritas adalah harta berharga untuk kita miliki siapapun dan, kapanpun dimanapun dia berada.

Kita punya Indonesia, kita berbangsa dan bertanah air satu, bangsa yang indah dan majemuk. Jika diisi dengan hal-hal negatif, wajah Indonesia akan suram. Sebab itu persiapan dirimu menjadi generasi yang lebih baik.

Salah satu caranya, seperti yang dikatakan Jhon Naisbitt, bijak menggunakan teknologi. Kalau gadget mengakses hal-hal negatif maka algoritma negatif selalu bekerja di gadgetnya begitupun dengan sebaliknya.

Jadi Pemimpin, atau jadi Pj Bupati itu tidak mudah. Semua jejak digitalnya diperiksaoleh BIN, apakah ada jejak digital yang buruk, rekening, situs yang diakses, postingan media sosial, pertemanan dan lainnya. Bukan hanya itu punya istrinya pun ikut diperiksa.

Sehingga, tema hari ini adalah Moderasi Beragama, artinya bukan Agamanya yang moderat, tapi perilaku pemeluk Agamanya. Kita memiliki 6 Agama besar di Indonesia, dan Mamasa ini adalah kota yang hebat punya banyak Agama, suku dan Budaya. Moderasi Beragama sangat dibutuhkan untuk itu.

Lalu kita melihat pada kacamata Kebudayaan dan Local Wisdom. Teori ini harus kita kaji lebih dalam. Apakah Mamasa the Little Toraja atau The Great Mamasa? Karena ada postingan bahwa Mamasa is the little Toraja. Tapi budayawan mempertanyakan apakah memang demikian?

Adik-adik Mahasiswa, Di Kampus ini ada Freedom of speech, kebebasan berpendapat, di dunia kampus, semua teori diperdebatkan. Dari dialektika pengetahuan itu, mahasiswa harus memberikan pencerahan (enlightenment) kepada masyarakat, Lebih baik menyalakan lilin-lilin kecil daripada mengutuk kegelapan.

Pada akhirnya, jika ada huru-hara di masyarakat, mahasiswa itu tidak gampang terprovokasi, dia akan mengkaji dengan baik sebelum bertindak. Pahamilah dik, bahwa kegelapan tidak akan bisa mengusir kegelapan, tapi cahaya lah yang bisa mengusir kegelapan.

Ada dua tantangan besar untuk Mahasiswa saat ini. Pertama Mahasiswa harus punya ketangkasan Global, kemampuan komunikasi dengan orang yang berbeda, agama, suku etnis, budaya. Kita harus bisa berbahasa inggris, setidaknya di Asia tenggara berjejaring.

Kedua, Plan of prosperity. Mahasiswa harus mampu merancang kehidupannya kedepan lebih baik dari sebelumnya. Bukan hanya dirinya, bangsa, agama dan negara mesti dirancang untuk kemajuan peradaban. Kampuslah tempatnya. Tidak ada bangsa, daerah yang besar kecuali ada Sekolah tinggi yang besar disitu.

Kita akan urus bersama-sama, sekolah tinggi ini akan jadi Institute, pengembangan rektorat, pengembangan program studi ditingkatkan. Sumber daya manusia harus lebih baik demi Kabupaten Mamasa.

Daerah kita harus lebih baik, karena Mamasa menjadi Kota pusat dari 3 daerah. Sumber daya manusia harus bisa berfikir untuk persiapan IKN. Semua orang di IKN butuh sumberdaya manusia dan alam.

Jangan sampai kita hanya jadi penonton, tidak boleh ada orang Mamasa berdiri di pojok pojok peradaban. Oleh sebab itu, pendidikan tinggi harus berbanding dengan kemakmuran daerah.

Peluang digital banyak menggeser pekerjaan. Traveloka, Go-Jek, Grab bisa mengatur harga karena punya aplikasi. Dan hanya m mahasiswa yang bisa melihat peluang itu.

Untuk bisa kemana mana, pastikan kita punya Unity in diversity. Bhineka tunggal Ika. Di Mamasa ini. Sebab itulah Local Wisdom, kita peringati di ulang tahun Mamasa, mengangkat tema: Mamasa, Mamase Bangkit lebih kuat.

Jangan sampai kita menjadi masyarakat yang cuek, tidak peduli dengan orang lain. Budaya kita tidak seperti di Amerika Serikat, mentraktir orang itu dianggap menghina, karena mereka menganut faham individualistik.

Mamasa itu Mamase, saling menghargai, saling memartabatkan, saling mencintai, saling membantu, saling berdampingan bahu membahu dalam kebaikan. Istilah Bung Karno adalah Gotong-royong.

Kesimpulannya, ada Empat Poin:
1. Jadilah Manusia otentik
2. Jadikan prinsip unity in diversity
3. Pertahankan Kearifan Local
4. Sebuah bangsa bisa bertahan lama, dalam kedamaian, tidak satupun bangsa bisa bertahan dalam konflik.( Alan / Rdf ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *